Banjir Jelang Idulfitri, Tapteng Masih Dirundung Pilu
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 28
- comment 0 komentar

Banjir kembali melanda Tapteng, Sabtu (14/3/2026). (Foto:Dok/ist)
TAPTENG (tri3news.com) – Banjir kembali datang, menyasar rumah-rumah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan mengganggu aktivitas sehari-hari menjelang momen Idulfitri yang dinanti-nantikan.
Sabtu (14/3/2026) malam, Tapteng diguyur hujan deras dalam beberapa jam. Beberapa wilayah Tapanuli Tengah terdampak mengalami genangan air yang cukup tinggi, membuat akses jalan terhalang dan sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Seperti di Kelurahan Tukka, Bonalumban dan titik lainnya di Kecamatan Tukka, terpantau air merendam permukiman warga setinggi satu meter. Kepanikan warga tak terbendung saat melihat air sungai yang meluap dengan cepat dan menginvasi kawasan pemukiman dalam waktu singkat.
Boru Nasution, warga Pasar Onan Tukka, mengisahkan kesulitan mereka bertahan hidup saat hujan deras melanda. Biasanya, warga akan bersiaga di depan rumah sembari mengarahkan pandangan ke arah sungai mewanti-wanti pergerakan air yang cukup cepat apabila hujan turun dengan intensitas tinggi.
Banyak yang harus mengungsi dalam keadaan tergesa-gesa, bahkan tidak sempat mengenakan pakaian hangat atau membawa dokumen penting. Mereka mengalami kelelahan dan stres akibat kejadian tersebut.
“Kalau air dari arah sungai mulai bergerak, maka kami akan langsung mengungsi ke masjid atau bangunan yang lebih tinggi tanpa membawa perbekalan apa pun,” ujar perempuan paruh baya kepada wartawan.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Tengah Erianto Tambunan mengatakan pihaknya sigap meluncur ke wilayah yang diprediksi akan terdampak parah saat cuaca ekstrem mengancam.
Dia mengungkapkan, bahwa BPBD juga bekerja sama dengan BASARNAS, TNI, dan instansi terkait lainnya melakukan evakuasi warga menggunakan perahu karet. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan.
“Kita prioritaskan lansia dan anak-anak dan orang sakit untuk mendapat penyelamatan dari ancaman serta mewanti-wanti banjir bandang dan tanah longsor kembali terjadi,” kata Erianto, Minggu, (15/3/2026). (R1)



Saat ini belum ada komentar