KSAL Berharap Kedatangan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Dipercepat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

KSAL Laksamana Muhammad Ali di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Rabu (11/3), saat memberikan update progres akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi. (IDM/Faisal Ramadhan)
JAKARTA (tri3news.com) – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menaruh harapan besar pada percepatan proses akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi. TNI AL saat ini tengah mengupayakan agar kapal perang asal Italia tersebut bisa tiba di tanah air lebih awal.
Kehadiran aset strategis ini menjadi bagian dari penguatan armada tempur Indonesia. Ali berharap kapal legendaris ini sudah bisa memperkuat jajaran alutsista nasional sebelum perayaan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober.
Koordinasi Intensif
Ali menjelaskan, proses negosiasi Garibaldi masih terus berjalan di Italia. Pengadaan ini melibatkan koordinasi ketat antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama TNI AL dengan pihak Angkatan Laut dan industri pertahanan Italia.
“Jadi untuk kapal induk Garibaldi ini masih terus dinego antara Kemhan dengan Angkatan Laut Italia dan Fincantieri. Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Italia dan Fincantieri juga,” ujar Ali di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Rabu (11/3).
Ali berharap proses birokrasi dan teknis yang sedang digarap Kemhan bisa berjalan mulus agar kesepakatan segera rampung.
“Semoga bisa lebih awal datangnya dan sebelum HUT TNI, harapannya itu ya,” tambah Ali optimis.
Siapkan 500 Pelaut Berkualifikasi Tinggi
Sembari menunggu proses di Kemhan tuntas, TNI AL bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pengawak. Setidaknya, dibutuhkan sekitar 500 pelaut berkualifikasi khusus untuk mengoperasikan kapal induk berbobot 13 ribu ton tersebut.
Sebagai tahap awal, TNI AL berencana mengirimkan gelombang pertama sebanyak 100 prajurit pilihan ke Italia pada Mei mendatang. Para prajurit ini akan menjalani pelatihan intensif untuk menguasai sistem navigasi, persenjataan mutakhir, hingga prosedur penerbangan di atas geladak kapal.
“Kalau pelatihannya akan terus dilaksanakan, dan nanti bagaimana baiknya akan diputuskan oleh Kemhan, ya,” tutur Ali.
Rencana kehadiran Giuseppe Garibaldi merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Blue Water Navy. Selain berfungsi sebagai pangkalan udara terapung untuk wahana udara nirawak (drone), kapal ini diproyeksikan menjadi instrumen diplomasi maritim lintas samudra.
Langkah persiapan yang matang, termasuk studi banding ke kapal induk HTMS Chakri Naruebet milik Thailand sebelumnya, memastikan saat Giuseppe Garibaldi resmi diserahterimakan oleh Kemhan ke TNI AL, seluruh aspek operasional sudah dalam kondisi siap. (IDM)



Saat ini belum ada komentar