Pemko Binjai Ikuti Rakor Nasional Pengendalian Inflasi Daerah
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar

Pemerintah Kota Binjai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual, bertempat di Binjai Command Center Senin (16/3/2026)(Foto: Dok/Diskominfo Binjai).
BINJAI (tri3news.com) – Pemerintah Kota Binjai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual, bertempat di Binjai Command Center (BCC), Senin (16/3/2026).
Wali Kota Binjai diwakili Sekretaris Daerah Kota Binjai H Chairin F Simanjuntak SSos MM mengikuti rakor tersebut bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai Gelora Jaya Ananda, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Binjai Erwin Toga Purba SSos MSP, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perdagangan Kota Binjai Drs. Hamdani Hasibuan, Kabag Perekonomian Setdako Binjai Andi Affandi SSos serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, ini membahas langkah-langkah pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Rakor tersebut juga diikuti oleh unsur kementerian, lembaga, gubernur, bupati dan wali kota, serta Forkopimda dari seluruh Indonesia.
Tomsi menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok hingga menjelang Hari Raya Idulfitri melalui pemantauan langsung terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga di pasaran.
Ia juga meminta seluruh pemerintah daerah agar proaktif memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha, distributor, serta daerah penghasil komoditas guna memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga di pasar.
Selain itu, Tomsi juga meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, serta aparat terkait untuk turun langsung ke lapangan melakukan pengawasan. Ia menegaskan bahwa pedagang diperbolehkan mengambil keuntungan, namun tidak boleh melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, menyampaikan bahwa inflasi tahunan pada Februari 2026 tercatat mencapai 4,76 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh normalisasi tarif listrik setelah berakhirnya masa diskon pada tahun sebelumnya, serta meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan menjelang Idulfitri.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan di tingkat daerah antara lain cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, gula pasir, dan beras.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan data ketersediaan bahan pokok, pemantauan harga secara intensif, serta kerja sama antardaerah guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui rakor ini, Pemko Binjai menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah dengan memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok bagi masyarakat.(R3)



Saat ini belum ada komentar