Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi, Keuangan & Perdagangan » Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 311
  • comment 0 komentar

JAKARTA (tri3news.com) – Indonesia tercatat memiliki jumlah Non-Tariff Barrier (NTB) dan Non-Tariff Measure (NTM) yang paling sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor penghambat dalam upaya peningkatan daya saing industri di dalam negeri.

NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang digunakan oleh banyak negara maju untuk melindungi industri nasional mereka dari serbuan produk impor. Sayangnya, Indonesia justru masih minim dalam menerapkan kebijakan tersebut.

“Data menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM yang berlaku saat ini. Bandingkan dengan Tiongkok yang memiliki lebih dari 2.800 kebijakan tersebut, kemudian India ada 2.500 lebih, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.000 NTB dan NTM,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis (8/5/2025) dilansir dari laman Kemenperin.go.id.

Menurut Jubir Kemenperin, ketimpangan jumlah instrumen proteksi tersebut menyebabkan industri nasional sering kalah bersaing di pasar domestik maupun global.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa produk-produk asing begitu mudah masuk ke pasar kita, sementara negara lain memiliki banyak hambatan dagang terutama negara maju. Hal ini sangat terasa ketika manufaktur kita melakukan ekspor memasuki pasar domestik mereka. Negara tersebut yang mensyaratkan berbagai NTB dan NTM seperti standar, hasil pengujian, rekomendasi dan lain sebagainya yang harus dipenuhi produk manufaktur Indonesia agar bisa dijual di pasar domestik mereka,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong penguatan instrumen perlindungan industri melalui regulasi yang tepat, tanpa melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kita harus dapat memanfaatkan NTB dan NTM secara optimal agar industri dalam negeri mampu tumbuh dan bersaing secara sehat,” jelas Febri.

Kemenperin juga tengah mengkaji sektor-sektor strategis yang membutuhkan perlindungan lebih kuat melalui penerapan NTB dan NTM, seperti industri tekstil, kimia, baja, elektronik, dan otomotif. “Tujuannya agar kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional,” imbuhnya.

Febri pun berharap, dukungan lintas kementerian dan lembaga terkait serta dari pelaku industri, untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan nasional dalam upaya menghadapi tantangan global yang semakin kompleks saat ini.

“Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat di antara stakeholders, dan didukung dengan koordinasi yang tepat, kami optimistis kinerja industri bisa bangkit,” tegasnya.

Febri menambahkan, di tengah kondisi pasar kerja yang sedang menghadapi masalah, pemerintah akan lebih fokus memperhatikan perlindungan terhadap industri dalam negeri, terutama dari gempuran impor murah. “Karena melindungi industri dalam negeri, berarti melindungi juga tenaga kerja kita,” jelasnya.

Transparansi Lembaga Pemeringkat

Terkait adanya laporan survei dari Tholos Foundation, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dalam Indeks Hambatan Perdagangan Internasional atau International Trade Barriers Index 2025, Jubir Kemenperin menegaskan, bahwa lembaga pemeringkat tersebut belum transparan mengenai data dan metodologi penelitiannya.

“Ini mirip sekali lembaga survei abal-abal, yang publish hasil surveinya menjelang pemilu, pilpres, atau pilkada. Seharusnya, lembaga tersebut mem-publish data, sumber data, dan metodologi yang digunakan untuk pemeringkatannya. Kalau berdasarkan WTO, NTB dan NTB Indonesia lebih kecil dibanding dengan negara lain, terutama negara maju dan negara tetangga di ASEAN,” ujarnya.

Febri mengakui, ada beberapa pihak yang ingin Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju, terutama dalam membangun perekonomiannya. Padahal, Indonesia memiliki modal dan potensi yang sangat besar, seperti ketersediaan sumber daya alam, peluang di pasar domestik, dan adanya bonus demografi.

“Modal ini yang perlu kita optimalkan, termasuk dalam upaya kita mengembangkan industri nasional sebagai salah satu sektor penopang utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Hal senada juga sempat disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada acara halal bihalal bersama purnawirawan TNI-Polri di Jakarta, Selasa (6/5). Presiden menyatakan bahwa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadikan negara ini kerap menjadi sasaran gangguan dari pihak asing.

Menurut Kepala Negara, potensi besar itu antara lain nikel, bauksit, dan kelapa sawit yang merupakan sumber kekuatan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Kelapa sawit misalnya, kini menjadi komoditas strategis yang banyak diminati berbagai negara, seperti Mesir, Pakistan, India, dan Eropa.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tunduk pada kepentingan asing. “Terkait hal ini, saya sangat setuju yang disampaikan oleh Bapak Presiden, bahwa kita harus juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini juga termasuk dalam konteks membangun industri yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Febri.

Bukti nyata komitmen dan keberpihakan pemerintah saat ini kepada industri dalam negeri, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Kami dan para pelaku industri dalam negeri sangat mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menandatangani Perpres No. 46 Tahun 2025 dan menerbitkannya. Regulasi ini menjadi angin segar bagi industri di tengah tekanan demand domestik saat ini, terutama bagi industri yang menghasilkan produk yang dibeli oleh pemerintah dan BUMN/BUMD,” ujar Febri. (R2)

Penulis

"Ini Baru Berita"

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Pangan Diterbangkan, Kapolda Sumut Kembali Tinjau ke Lokasi Bencana

    Bantuan Pangan Diterbangkan, Kapolda Sumut Kembali Tinjau ke Lokasi Bencana

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, kembali membawa bantuan ke lokasi bencana di Sibolga dan Tapteng menggunakan pesawat, Minggu (30/11/2025). (Foto: Dok/ Polda Sumut) TAPTENG (tri3news.com) – Guna percepatan penanganan bencana di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sibolga terus dikebut Polda Sumatera Utara. Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, kembali turun langsung meninjau […]

  • Kapolres Tanah Karo Cek Ruang Tahanan, Beri Arahan dan Penekanan Personel Jaga

    Kapolres Tanah Karo Cek Ruang Tahanan, Beri Arahan dan Penekanan Personel Jaga

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho cek Rumah Tahanan Polisi Mapolres Tanah Karo guna memperketat pengawasan internal dan pembinaan terhadap para tahanan, Selasa (24/2/2026) pagi.(Foto dok/ Humas Polres Karo). KARO (tri3news.com) – Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, SH SIK MSi melaksanakan pengecekan langsung ke Rumah Tahanan Polisi (RTP) Mapolres Tanah Karo guna memperketat pengawasan […]

  • Stok Kebutuhan Pokok Bulan Ramadan di Deliserdang Tersedia, Harga Stabil

    Stok Kebutuhan Pokok Bulan Ramadan di Deliserdang Tersedia, Harga Stabil

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Wabup Deliserdang, Lom Lom Suwondo didampingi Kadis Perindag, Hesron Girsang tinjau pasar di Lubukpakam, Jumat (20/2/2026).(Foto Dok/Diskominfostan Deliserdang) LUBUKPAKAM (tri3news.com) – Stok dan suplai bahan kebutuhan pokok masyarakat dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini dipastikan cukup dan tersedia dengan baik. Selain itu, tataran harga komoditas, seperti bawang dan cabai juga masih dalam kondisi […]

  • Bupati Tapanuli Tengah Pimpin RUPS Luar Biasa PT. Sarana Pembangunan Tapian Nauli

    Bupati Tapanuli Tengah Pimpin RUPS Luar Biasa PT. Sarana Pembangunan Tapian Nauli

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 145
    • 0Komentar

    PANDAN (tri3news.com) – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melaksanakan  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, RUPS Tahunan Periode tahun Buku 2024 dan  RUPS Luar biasa PT. Sarana Pembangunan Tapian Nauli diadakan di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Rabu (18/6/2025). Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Luar biasa ini dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah […]

  • Presiden Prabowo Resmikan Rumah Sakit Berkualitas Internasional di Bali

    Presiden Prabowo Resmikan Rumah Sakit Berkualitas Internasional di Bali

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 288
    • 0Komentar

    BALI (tri3news.com) – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center (NSWAC), Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Kota Denpasar, Bali, pada Rabu (25/6/2025) Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran NSWAC sebagai bentuk kemajuan layanan kesehatan berkualitas internasional di Tanah Air, yang tidak kalah dengan pelayanan terbaik di luar negeri. […]

  • Ketua TP PKK Langkat Melakukan Pembinaan Desa Percontohan di Pematang Jaya

    Ketua TP PKK Langkat Melakukan Pembinaan Desa Percontohan di Pematang Jaya

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 205
    • 0Komentar

    LANGKAT (tri3news.com) – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Langkat, Ny Hj Endang Kurniasih Syah Afandin melakukan kunjungan ke Kecamatan Pematang Jaya untuk melakukan pembinaan terhadap Desa Percontohan Kategori IVA Test, Kamis (22/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan Desa Pematang Jaya sebagai perwakilan Kabupaten Langkat dalam lomba IVA Test tingkat […]

expand_less
Exit mobile version