Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi, Keuangan & Perdagangan » Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 312
  • comment 0 komentar

JAKARTA (tri3news.com) – Indonesia tercatat memiliki jumlah Non-Tariff Barrier (NTB) dan Non-Tariff Measure (NTM) yang paling sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor penghambat dalam upaya peningkatan daya saing industri di dalam negeri.

NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang digunakan oleh banyak negara maju untuk melindungi industri nasional mereka dari serbuan produk impor. Sayangnya, Indonesia justru masih minim dalam menerapkan kebijakan tersebut.

“Data menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM yang berlaku saat ini. Bandingkan dengan Tiongkok yang memiliki lebih dari 2.800 kebijakan tersebut, kemudian India ada 2.500 lebih, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.000 NTB dan NTM,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis (8/5/2025) dilansir dari laman Kemenperin.go.id.

Menurut Jubir Kemenperin, ketimpangan jumlah instrumen proteksi tersebut menyebabkan industri nasional sering kalah bersaing di pasar domestik maupun global.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa produk-produk asing begitu mudah masuk ke pasar kita, sementara negara lain memiliki banyak hambatan dagang terutama negara maju. Hal ini sangat terasa ketika manufaktur kita melakukan ekspor memasuki pasar domestik mereka. Negara tersebut yang mensyaratkan berbagai NTB dan NTM seperti standar, hasil pengujian, rekomendasi dan lain sebagainya yang harus dipenuhi produk manufaktur Indonesia agar bisa dijual di pasar domestik mereka,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong penguatan instrumen perlindungan industri melalui regulasi yang tepat, tanpa melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kita harus dapat memanfaatkan NTB dan NTM secara optimal agar industri dalam negeri mampu tumbuh dan bersaing secara sehat,” jelas Febri.

Kemenperin juga tengah mengkaji sektor-sektor strategis yang membutuhkan perlindungan lebih kuat melalui penerapan NTB dan NTM, seperti industri tekstil, kimia, baja, elektronik, dan otomotif. “Tujuannya agar kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional,” imbuhnya.

Febri pun berharap, dukungan lintas kementerian dan lembaga terkait serta dari pelaku industri, untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan nasional dalam upaya menghadapi tantangan global yang semakin kompleks saat ini.

“Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat di antara stakeholders, dan didukung dengan koordinasi yang tepat, kami optimistis kinerja industri bisa bangkit,” tegasnya.

Febri menambahkan, di tengah kondisi pasar kerja yang sedang menghadapi masalah, pemerintah akan lebih fokus memperhatikan perlindungan terhadap industri dalam negeri, terutama dari gempuran impor murah. “Karena melindungi industri dalam negeri, berarti melindungi juga tenaga kerja kita,” jelasnya.

Transparansi Lembaga Pemeringkat

Terkait adanya laporan survei dari Tholos Foundation, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dalam Indeks Hambatan Perdagangan Internasional atau International Trade Barriers Index 2025, Jubir Kemenperin menegaskan, bahwa lembaga pemeringkat tersebut belum transparan mengenai data dan metodologi penelitiannya.

“Ini mirip sekali lembaga survei abal-abal, yang publish hasil surveinya menjelang pemilu, pilpres, atau pilkada. Seharusnya, lembaga tersebut mem-publish data, sumber data, dan metodologi yang digunakan untuk pemeringkatannya. Kalau berdasarkan WTO, NTB dan NTB Indonesia lebih kecil dibanding dengan negara lain, terutama negara maju dan negara tetangga di ASEAN,” ujarnya.

Febri mengakui, ada beberapa pihak yang ingin Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju, terutama dalam membangun perekonomiannya. Padahal, Indonesia memiliki modal dan potensi yang sangat besar, seperti ketersediaan sumber daya alam, peluang di pasar domestik, dan adanya bonus demografi.

“Modal ini yang perlu kita optimalkan, termasuk dalam upaya kita mengembangkan industri nasional sebagai salah satu sektor penopang utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Hal senada juga sempat disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada acara halal bihalal bersama purnawirawan TNI-Polri di Jakarta, Selasa (6/5). Presiden menyatakan bahwa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadikan negara ini kerap menjadi sasaran gangguan dari pihak asing.

Menurut Kepala Negara, potensi besar itu antara lain nikel, bauksit, dan kelapa sawit yang merupakan sumber kekuatan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Kelapa sawit misalnya, kini menjadi komoditas strategis yang banyak diminati berbagai negara, seperti Mesir, Pakistan, India, dan Eropa.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tunduk pada kepentingan asing. “Terkait hal ini, saya sangat setuju yang disampaikan oleh Bapak Presiden, bahwa kita harus juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini juga termasuk dalam konteks membangun industri yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Febri.

Bukti nyata komitmen dan keberpihakan pemerintah saat ini kepada industri dalam negeri, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Kami dan para pelaku industri dalam negeri sangat mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menandatangani Perpres No. 46 Tahun 2025 dan menerbitkannya. Regulasi ini menjadi angin segar bagi industri di tengah tekanan demand domestik saat ini, terutama bagi industri yang menghasilkan produk yang dibeli oleh pemerintah dan BUMN/BUMD,” ujar Febri. (R2)

Penulis

"Ini Baru Berita"

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kali Cipinang Meluap, 9 RW di Ciracas Terendam Banjir

    Kali Cipinang Meluap, 9 RW di Ciracas Terendam Banjir

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) mengevakuasi warga di kawasan Cibubur, Ciracas, Sabtu (21/3/2026) malam. /ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.       JAKARTA (tri3news.com) – Banjir merendam sembilan rukun warga (RW) di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, akibat meluapnya Kali Cipinang, sejak Sabtu (21/3) sore. Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengatakan, […]

  • Pemko Binjai Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

    Pemko Binjai Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Dipastikan Aman

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Binjai melalui Bagian Perekonomian Setdako Binjai melakukan pengecekan langsung ketersediaan bahan bakar minyak disejumlah SPBU Tanah Tinggi, Binjai, Senin (9/3/2026)(Foto:Dok/ Diskominfo Binjai). BINJAI (tri3news.com) – Pemerintah Kota Binjai melalui Bagian Perekonomian Setdako Binjai melakukan pengecekan langsung ketersediaan bahan bakar minyak di sejumlah SPBU guna memastikan pasokan tetap aman selama Ramadan hingga Idulfitri. Pengecekan […]

  • Cegah TPPO Sumut Perkuat Kolaborasi dan Siapkan Tenaga Kerja Siap Pakai

    Cegah TPPO Sumut Perkuat Kolaborasi dan Siapkan Tenaga Kerja Siap Pakai

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kadisnaker Sumut Yuliani Siregar memberikan keterangan dalan temu pers yang difasilitasi Diskominfo Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (24/9/2025). (Foto: Dok/Ist) MEDAN (tri3news.com) -.Banyaknya angka pengangguran di Sumatera Utara dinilai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah ini. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah […]

  • Sumsel United Kalahkan PSMS Medan 2-1, Cadenzzi Kartu Merah

    Sumsel United Kalahkan PSMS Medan 2-1, Cadenzzi Kartu Merah

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Pelatih PSMS, Kas Hartadi (kiri) saat memberi pernyataan ke media usai timnya takluk 1-2 dari Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (24/11/2025). (Foto: Dok/PSMS) MEDAN (tri3news.com) – Laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, PSMS Medan takluk 1-2 dari Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Senin (24/11/2025). Sempat menguasai jalannya pertandingan, PSMS […]

  • Bukan Ditimbun, Pemkab Tapteng Tegaskan Bantuan Dikelola secara Transparan

    Bukan Ditimbun, Pemkab Tapteng Tegaskan Bantuan Dikelola secara Transparan

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Asisten Pemerintahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tapteng Basyri Nasution. (Foto: Diskominfo Tapteng). TAPTENG (tri3news.com) – Asisten Pemerintahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah Basyri Nasution yang juga selaku Koordinator Logistik mengonfirmasi bahwa bantuan logistik pascabencana alam 25 November 2025 tidak ditimbun, melainkan dikelola secara transparan dan disalurkan bertahap kepada masyarakat terdampak. […]

  • Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara

    Libur Panjang Imlek 2026, Jasamarga Catat Peningkatan Volume Lalin di 6 Ruas Tol Regional Nusantara

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Minggu (16/2/2026).(Foto: dok/Jasamarga) JAKARTA (tri3news.com) – Volume lalu lintas (lalin) sampai dengan H-3 libur panjang Imlek 2026 atau Jumat – Sabtu (13-14 Februari 2026) mengalami peningkatan ruas Tol di 6 Ruas Regional Nusantara. Jasa Marga melalui Jasa marga Nusantara Toll road Regional Division (JNT/Regional Nusantara) mencatat peningkatan total volume lalin 431.332 […]

expand_less