Balerong Pasar Onan Sibuluan Tak Layak Pakai, Pedagang Minta Pemerintah Segera Renovasi
- calendar_month Ming, 11 Jan 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar

Kondisi Pasar Onan Sibuluan, Tapteng terlihat sepi, Sabtu (10/1/2026). (Foto:Dok/Ist).
TAPTENG (tri3news.com) – Barelong Pasar Onan Sibuluan, Tapanuli Tegah, rusak parah akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025 lalu, mengakibatkan pasar tidak layak pakai.
Pantauan di lapangan, Sabtu (10/1/2026), tampak sejumlah lapak di Balerong Onan Sibuluan ditinggalkan oleh pedagang lantaran sisa material lumpur yang mengeras dan masih banyak sampah sisa banjir di lokasi. Namun pemandangan berbeda justru terlihat di sekitar jalan Abdul Rajab Simatupang yang menyempit akibat aktivitas jual beli.
Wulan, pedagang lontong sayur mengatakan puluhan pedagang yang awalnya berjualan di dalam Onan, kini memilih menggelar lapak di pinggir jalan sebab kondisi Balerong yang tidak aman untuk dihuni.
“Tidak kondusif masih banyak lumpur, belum lagi atapnya yang sudah kupak kapik, kalau jualan di situ takutnya sengnya terbang mengenai kami (pedagang) atau pembeli,” katanya kepada pers, Sabtu (10/1/2026).
Perempuan berhijab ini mengungkapkan meski sebelumnya para pedagang telah melakukan gotongroyong membersihkan Balerong Onan tersebut namun hasilnya tidak maksimal karena tebalnya lumpur yang telah memadat dan mengeras.
“Belum pernah ada petugas kebersihan melakukan pembersihan di sekitar Balerong Pasar Onan Sibuluan kemarin yang dibersihkan hanya di pinggir jalan sekitar Onan,” ucapnya.
Wiwin Syahputra, seorang pedagang Kosmetik (40) menambahkan dirinya terpaksa berjualan di pinggir jalan karena lapaknya rusak akibat banjir. Dia mengaku tidak nyaman menggelar lapak di luar Balerong karena takut kendaraan truk pengangkut pasir yang lalu lalang.
Wiwin berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah memperhatikan nasib pelaku ekonomi yang kehilangan lapak. Dia juga meminta agar dinas terkait dapat bergerak memperbaiki fasilitas yang rusak di Balerong Pasar Onan Sibuluan.
“Pak Bupati tolong kami. Sebagai pedagang kami sangat bergantung pada pasar ini untuk mencari nafkah. Kalau terus begini, aktivitas jual beli terganggu, dan pendapatan kami juga menurun. Selain itu, berjualan di pinggir jalan juga berisiko terhadap keselamatan lalu lintas, baik bagi kita maupun pembeli,” kata Wiwin. (R1)



Saat ini belum ada komentar