Ratusan Warga Simataniari Korban Banjir Tapanuli Selatan Mengungsi ke Tenda Darurat
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 29
- comment 0 komentar

Ratusan Warga Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapsel korban banjir terpaksa mengungsi dan bernaung di tenda darurat, Rabu (26/11/2025). (Foto:Dok/ Kades Simataniari)
TAPANULI SELATAN (tri3news.com) – Sudah dua hari mengungsi ke tenda darurat, ratusan warga korban banjir di Dusun Sibara-bara, Pardomuan–Setia Baru, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara semakin kesulitan.
Mereka membutuhkan bantuan segera dari pemerintah mengingat semakin meluasnya banjir sehingga warga tinggalkan rumah dan mengungsi ke tempat lebih tinggi dengan mendirikan tenda darurat.
Kepala Desa Simataniari, Hasihan Harahap mengatakan, hingga Rabu (26/11/2025) setidaknya 500 warga dari 160 kepala keluarga (KK) mengungsi dan tinggal di tenda.
Warga mendirikan tenda darurat secara gotong royong agar bisa ditinggali untuk sementara waktu sebelum banjir surut. Namun surutnya banjir belum diketahui pasti soalnya intensitas hujan masih tinggi.
Disebutkannya, bantuan yang diharapkan sangat mendesak yaitu tenda tempat bernaung para warga, dapur umum serta pelayanan kesehatan. “Hingga saat ini belum ada bantuan pemerintah turun, ” ujarnya.
Seperti diketahui bahwa banjir Simataniari terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Toru dan Sungai Sangkunur yang melintasi wilayah tersebut.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, Julkarnaen Siregar melalui Kabis Kedaruratan dan Logistik Idham Halid Pulungan mengatakan pihaknya sedang berupaya masuk ke Desa Simataniari.
Petugas terhalang masuk ke lokasi disebabkan akses jalan nasional menuju Simataniari dan desa sekitarnya tertutup material longsor yang terjadi sebelumnya.
“Material longsor yang menutupi badan jalan belum selesai disingkirkan akibatnya kendaraan terhambat, masuk ke dalam,” jelas Idham Halid Pulungan. (R1).



Saat ini belum ada komentar