Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hiburan » Film Aku Harus Mati: Teror Perjanjian Iblis di Balik Gaya Hidup Hedon

Film Aku Harus Mati: Teror Perjanjian Iblis di Balik Gaya Hidup Hedon

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar

JAKARTA (tri3news.com) – Fenomena “flexing” atau pamer kemewahan di media sosial sering kali menyimpan sisi gelap yang tak terlihat. Berangkat dari realitas sosial yang menyesakkan tersebut, rumah produksi Rollink Action siap menghadirkan teror baru melalui film horor terbaru mereka berjudul Film Aku Harus Mati.

Bukan sekadar hantu yang muncul tiba-tiba, film ini membawa pesan mendalam tentang bagaimana ambisi manusia untuk mendapatkan validasi sosial bisa berujung pada kehancuran jiwa.

 Film Aku Harus Mati berfokus pada karakter Mala (diperankan oleh Hana Saraswati), seorang gadis yatim piatu yang berjuang keras untuk terlihat sukses di kerasnya kehidupan kota. Terjebak dalam gaya hidup hedonistik demi pengakuan di media sosial, Mala akhirnya terjerumus ke dalam lubang hitam utang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang tak berujung.

Dalam kondisi mental yang terpuruk dan dikejar-kejar oleh debt collector, Mala memutuskan untuk pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Ia berharap bisa menemukan kembali jati dirinya dan ketenangan batin di sana. Di panti tersebut, ia disambut oleh sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta sosok Ki Jago (Bambang Paningron) yang sudah ia anggap sebagai ayah sendiri.

Namun, alih-alih kedamaian, kepulangan Mala justru membuka gerbang neraka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala mulai mengalami rentetan teror mistis yang mengerikan. Rahasia kelam keluarganya pun terungkap: sebuah perjanjian iblis masa lalu yang menuntut tumbal nyawa orang-orang terdekat sebagai harga dari sebuah kesuksesan. Mala kini berada di persimpangan jalan yang mustahil menyerah pada kutukan atau mengorbankan mereka yang ia cintai.

Sutradara Hestu Saputra mengungkapkan bahwa film ini merupakan refleksi dari fenomena “jual jiwa demi harta” yang marak terjadi di masyarakat urban saat ini. Teror sesungguhnya dalam film ini bukan hanya soal makhluk halus, melainkan hilangnya kendali manusia atas dirinya sendiri akibat tekanan gaya hidup.

“Ini adalah pengingat agar kita tidak menormalisasi tekanan sosial, terutama yang berkaitan dengan pinjol. Kami ingin memperlihatkan bahwa teror sesungguhnya dimulai ketika manusia mengorbankan nilai hidup demi validasi lingkungan sekitar,” jelas Hestu.

Senada dengan sutradara, Eksekutif Produser Irsan Yapto menekankan bahwa cerita ini sangat dekat dengan realita masyarakat modern yang rela melakukan apa saja, bahkan menempuh jalan instan yang berisiko, demi terlihat “wah” di mata orang lain.

Kualitas produksi Film Aku Harus Mati juga terlihat dari totalitas para pemainnya. Hana Saraswati, sang pemeran utama, bahkan mengaku mengalami perubahan sensitivitas terhadap hal-hal mistis setelah melakoni salah satu adegan ritual dalam film.

Secara visual, film ini memadukan nuansa mistis Jawa yang kental dengan kualitas sinematografi yang matang. Meski mendapatkan beberapa catatan kritis dari pengamat film terkait kedalaman karakter, narasi yang diusung tetap memiliki daya tarik kuat karena relevansinya dengan isu terkini seperti flexing dan utang digital.

Bagi Anda pecinta genre horor yang mencari cerita dengan pesan moral yang tajam, pastikan untuk tidak melewatkan film ini. Penasaran siapa yang akhirnya akan menjadi tumbal dari perjanjian iblis tersebut? Dan mampukah Mala melepaskan diri dari jeratan utang dan kutukan masa lalunya?

Siapkan nyali Anda untuk melihat bagaimana sebuah validasi sosial bisa berubah menjadi mimpi buruk yang paling mematikan. Sampai jumpa di bioskop! (teater.co/R2)

Penulis

"Ini Baru Berita"

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Sumut Apresiasi Ibu Bhayangkari Menyusui Bayi yang Terpisah dari Ibunya di Posko Longsor Marsada

    Kapolda Sumut Apresiasi Ibu Bhayangkari Menyusui Bayi yang Terpisah dari Ibunya di Posko Longsor Marsada

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Yana Hanafi (Tengku Nova Mulyana), istri Brigadir Hanapi Ramadan Nasution yang bertugas di SiPropam Polres Tapanuli Selatan menyusui bayi yang terpisah dari ibunya, Jumat (28/11/2025). (Foto:Dok/Polda Sumut) TAPANULI SELATAN (tri3news.com) – Di tengah hiruk-pikuk posko penanganan banjir dan longsor yang dipenuhi isak, kepanikan, dan harapan, sebuah momen kecil namun […]

  • Dugaan Korupsi Dana Bos, Kejari Belawan Tahan Bendahara SMAN 19 Medan dan Penyedia Barang

    Dugaan Korupsi Dana Bos, Kejari Belawan Tahan Bendahara SMAN 19 Medan dan Penyedia Barang

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Dua tersangka baru kasus dugaan korupsi dan BOS yakni EY selaku bendahara SMAN 19 Medan dan TJT selaku penyedia barang dan jasa, setelah ditetapkan sebagai tersangka digiring petugas Kejari Belawan untuk dilakukan penahanan, Senin (22/9/2025).(Foto dok/Kejari Belawan) BELAWAN (tri3news.com) – Dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kejari Belawan menetapkan tersangka baru yakni seorang wanita […]

  • Jumlah Korban Selamat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Tercatat 31 Orang, 6 Meninggal Dunia

    Jumlah Korban Selamat Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Tercatat 31 Orang, 6 Meninggal Dunia

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 174
    • 0Komentar

    BANYUWANGI (tri3news.com) – Proses pencarian korban insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga Kamis (3/7/2025), jumlah korban selamat tercatat menjadi 31 orang. Sementara itu, data korban meninggal dunia berjumlah 6 orang. Di sisi lain, keluarga dari 28 korban lainnya yang masih dalam pencarian masih setia […]

  • Wali Kota Medan dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Tinjau Pelaksanaan Program MBG

    Wali Kota Medan dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Tinjau Pelaksanaan Program MBG

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 130
    • 0Komentar

    MEDAN (tri3news.com) – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong meninjau langsung pelaksanaan program pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa SD Negeri 060812, di jalan STM, Jumat (20/6/2025). Dalam kunjungan itu Rico Waas dan Wang Lutong melihat langsung para siswa yang menyantap dengan lahap nasi […]

  • Polres Tanah Karo Siap Amankan Malam Pergantian Tahun 2026

    Polres Tanah Karo Siap Amankan Malam Pergantian Tahun 2026

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kabagren Polres Tanah Karo Kompol Martua K.L. Tobing melepas show of force dengan rute kawasan pusat Kota Kabanjahe, Rabu (31/12/2025). (Foto dok/Humas Polres Tanah Karo) KARO (tri3news.com) – Polres Tanah Karo memastikan kesiap siagaan penuh dalam mengamankan malam pergantian tahun 2025–2026 melalui Apel Pengamanan Malam Tahun Baru dalam rangka Operasi Lilin Toba 2025 yang digelar […]

  • Coba Curi Sepeda Motor Polisi yang Bertugas, Pelaku Dihadiahi Timah Panas

    Coba Curi Sepeda Motor Polisi yang Bertugas, Pelaku Dihadiahi Timah Panas

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 101
    • 0Komentar

    PATUMBAK (tri3news.com) – Polsek Patumbak melalui Tim URC Unit Reskrim  menangkap spesialis pencuri sepeda motor, MAL (23), Senin (23/6/2025) sekira pukul 23.30 WIB. Akibat melawan saat akan ditangkap petugas di daerah Gang Suka Kelurahan Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas, tersangka diberikan tindakan tegas dan terukur pada kaki kirinya. Hal ini diungkapkan Kapolsek Patumbak Kompol Daulat […]

expand_less
Exit mobile version