Bocah 9 Tahun, Weda Amelia Korban Banjir Bandang di Pakkat Berhasil Ditemukan
- calendar_month Sel, 2 Des 2025
- visibility 210
- comment 0 komentar

Tim gabungan mengevakuasi satu orang korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat bencana yang melanda Desa Panggugunan dan Desa Pulo Godang, Kecamatan Pakkat, Selasa (2/12/2025). (Foto:Dok/Ist)
HUMBAHAS (tri3news.com) – Proses pencarian korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), kembali membuahkan hasil.
Tim gabungan berhasil menemukan satu orang korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat bencana yang melanda Desa Panggugunan dan Desa Pulo Godang tersebut.
Korban ditemukan, Selasa, (2/12/2025) sekitar pukul 10.34 WIB, setelah tim yang dipimpin langsung Bupati Humbang Hasundutan, Dr Oloan P Nababan, melakukan pencarian intensif sejak pagi hari.
Proses pencarian difokuskan di kawasan satu unit rumah yang masih tersisa dan area di sekitarnya, menggunakan beberapa alat berat yang diarahkan oleh personel Basarnas.
Korban yang ditemukan adalah Weda Amelia Maharaja, bocah berusia 9 tahun, yang ditemukan tertimbun di bawah lumpur dan reruntuhan bangunan. Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Posko Bencana untuk diidentifikasi, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.
Dengan ditemukannya korban ini, kini tinggal satu orang warga lagi yang masih dinyatakan hilang, yakni Roy Simanullang (19). Tim gabungan terus melakukan pencarian meski kondisi medan cukup berat akibat material longsor dan lumpur tebal.
Pemerintah daerah menyampaikan bahwa apabila hingga akhir hari ini korban terakhir belum ditemukan, keluarga bersama pihak terkait akan menggelar ritual tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan penutupan proses pencarian.
“Rencananya, apabila satu korban lagi tidak ditemukan, maka akan digelar ritual tabur bunga, sakramen dan apel gabungan penutupan secara oficial pencarian orang yang hilang,” kata Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum sekaligus Plh Kalak BPBD Humbahas, Eliapzan Sihotang.
Hingga kini, bencana banjir bandang dan longsor di Pakkat tercatat telah menyebabkan 7 warga meninggal dunia, belasan lainnya mengalami luka-luka, serta puluhan rumah rusak parah maupun hanyut terbawa arus.
Tim gabungan tetap bekerja keras di lapangan, saling bahu-membahu demi menemukan korban terakhir yang masih hilang. (R1)



Saat ini belum ada komentar