BMKG: Cuaca Sumut Didominasi Hujan Lebat, Waspada Gelombang Tinggi
- calendar_month Ming, 28 Des 2025
- visibility 102
- comment 0 komentar

Oplus_0
MEDAN (tri3news.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa cuaca di wilayah Sumatera Utara (Sumut) umumnya didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, khususnya di wilayah Pantai Timur.
Prakiraan BMKG Wilayah I Medan, Fauziah Fitri Damanik mengatakan curah hujan di Sumut masih berada pada kategori lebat hingga sangat lebat. “Untuk curah hujan masih dalam kategori lebat hingga sangat lebat,” ujarnya, Sabtu (27/12/2025) malam.
Untuk wilayah Kota Medan, BMKG memprakirakan kondisi cuaca berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang. Suhu udara di Sumut berkisar 15-32 derajat Celsius, kelembapan udara 70-93 persen, serta angin bertiup dari arah Selatan hingga Barat Laut dengan kecepatan 5-10 km per jam.
BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Pegunungan, Lereng Barat, Lereng Timur, dan Pantai Barat Sumut, karena berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang dengan nomor B/ME.01.02/PDGT/27/BLW/XII/2025 yang berlaku mulai 28 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga 30 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Dalam keterangan BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh Siklon Tropis GRANT yang berada di Samudra Hindia Barat Daya Bengkulu serta Bibit Siklon Tropis 968 di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat. Kedua sistem tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan Indonesia.
Prakirawan BMKG, Rizki Fadhillah Pratama Putra menjelaskan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Utara hingga Timur dengan kecepatan 6-25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan yang sama.
BMKG memperingatkan potensi tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Bata, Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, serta Samudra Hindia Barat Kepulauan Nias.
Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berpotensi terdampak apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, sedangkan kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,9 meter.
BMKG mengimbau nelayan, pelaku pelayaran, serta masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dan peringatan dini demi keselamatan bersama. (R1)



Saat ini belum ada komentar