Autokritik Menperin: Transformasi Digital Industri Masih Lambat
- calendar_month Rab, 17 Sep 2025
- visibility 107
- comment 0 komentar

JAKARTA (tri3news.com) – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui bahwa transformasi digital dan penguatan ekosistem inovasi di sektor industri nasional masih berjalan lambat. Hal ini ia sampaikan dalam acara Indonesia 4.0 Conference & Expo 2025 di Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Agus menegaskan, meski program Making Indonesia 4.0 sudah digulirkan sejak 2018, penerapan digitalisasi industri belum merata dan belum menunjukkan lompatan signifikan.
“Masih banyak pelaku usaha yang memandang transformasi digital sebagai beban biaya, bukan sebagai investasi yang akan mendatangkan keuntungan jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan ekosistem inovasi juga belum sepenuhnya optimal. Melalui program Rintisan Teknologi Industri (Rintek), tahun ini tercatat ada 15 inovasi baru dari 15 perusahaan industri. Namun, angka tersebut dinilai masih jauh dari potensi besar yang dimiliki Indonesia.
Dalam laporan internasional, posisi Indonesia di bidang digitalisasi dan inovasi memang menunjukkan perbaikan. Indonesia naik dua peringkat dalam World Digital Competitiveness Ranking 2024 versi IMD, menempati posisi ke-43 dari 67 negara. Sementara itu, dalam Global Innovation Index (GII) 2024 yang dirilis WIPO, Indonesia berada di peringkat ke-54 dari 133 negara, atau ke-8 di antara kelompok negara berpenghasilan menengah atas.
Meski ada tren positif, Agus menilai capaian itu masih jauh dari target. Beberapa indikator seperti publikasi ilmiah, investasi riset dan pengembangan, paten internasional, konektivitas digital, serta penggunaan robot memang menunjukkan peningkatan. Namun, percepatan adopsi teknologi tetap menjadi tantangan besar agar industri nasional dapat bersaing secara global.
“Kita harus mempercepat adopsi teknologi digital, memperkuat kolaborasi riset antara industri dan akademisi, serta melahirkan lebih banyak champion dalam indeks kesiapan Industri 4.0. Hanya dengan cara itu, industri nasional bisa mencapai daya saing yang berkelanjutan,” pungkas Agus.(R3)



Saat ini belum ada komentar