KARO (tri3news.com) – UPTD Puskesmas Juhar bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karo meluncurkan inovasi pelayanan publik bernama TASCE TB (Temukan, Analisa, Sembuhkan, Cegah TB) untuk menekan penyebaran tuberkulosis.
Kapuskesmas Juhar drg. Perpulungenta Purba, MKM, mengatakan inovasi tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya angka penemuan kasus dan angka kesembuhan TB di wilayah kerja Puskesmas Juhar.
“Pada 2024, pencapaian penemuan kasus TB paru baru sekitar 10 persen, sedangkan angka kesembuhan atau cure rate mencapai 41,2 persen,†kata Purba kepada wartawan di Juhar, Selasa (27/10/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi kepadatan penduduk, minimnya sirkulasi udara dan cahaya matahari di permukiman, serta stigma yang masih berkembang terkait pemeriksaan dahak.
Purba menjelaskan, kasus TB di masyarakat seperti fenomena gunung es. Satu penderita TB dengan hasil pemeriksaan BTA positif berpotensi menularkan penyakit kepada 10–15 orang setiap tahun.
Libatkan Kader dan Lintas Sektor
Inovasi TASCE TB dirancang melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Program ini melibatkan kader TB, juru pemantau batuk, kader posyandu, pemerintah desa, tokoh adat, dan tokoh agama.
Petugas bersama kader akan melakukan pelacakan suspek dari rumah ke rumah melalui investigasi kontak. Sedikitnya 15 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien positif TB akan didata dan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan apabila mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan atau penurunan berat badan.
Lima Langkah TASCE TB
TASCE TB menerapkan lima langkah utama, yakni pengumpulan data suspek TB melalui masyarakat dan kader, pencarian serta rujukan penderita melalui dokter wilayah dan organisasi profesi, kunjungan rumah bagi warga yang memiliki keterbatasan akses, pengingat minum obat melalui panggilan video di grup WhatsApp pasien, serta sosialisasi bahaya penularan TB.
Sosialisasi dilakukan melalui berbagai ruang publik, seperti jambur, kantor kepala desa, rumah ibadah, dan media sosial resmi Puskesmas Juhar.
Berharap Rantai Penularan Terputus
UPTD Puskesmas Juhar berharap inovasi tersebut dapat mempercepat penemuan dan penanganan kasus TB, meningkatkan pengetahuan masyarakat, menghapus stigma, serta memutus mata rantai penularan di Kabupaten Karo.
(R2)



