Trump Klaim Serang Markas Militer Iran di Pulau Kharg dan Ancam Fasilitas Perminyakan Iran
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar

Foto : Donald Trump (Foto/Dok/Ist)
AS (tri3news.com) – Amerika Serikat mengklaim telah melakukan serangan ke markas militer Iran yang berada di Pulau Kharg. Klaim tersebut dikonfirmasi langsung oleh Presiden Donald Trump pada Sabtu (14/3/2026).
Dalam pernyataannya, Trump menyebut serangan ke pangkalan militer Iran di Pulau Kharg sebagai serangan terbesar yang pernah dilakukan Negeri Paman Sam di Timur Tengah. Ia juga mengancam akan menyerang pangkalan militer Iran lainnya jika mereka melakukan serangan balasan.
“AS telah melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, termasuk menghancurkan target militer di Pulau Kharg,” ujar Trump di laman Truth Social pribadinya, seperti dilansir The Strait Times.
Dalam pernyataannya, Trump menambahkan bahwa serangan AS di Pulau Kharg hanya menyasar markas militer Iran saja, tidak menyasar fasilitas minyak yang ada di sana. Sebab, langkah tersebut bisa menyebabkan harga minyak dunia semakin naik.
Demi alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu,” lanjut Trump.
Meski begitu, Trump mengancam akan menyerang fasilitas perminyakan Iran di Pulau Kharg jika mereka terus menutup Selat Hormuz. Ancaman ini dilontarkan Trump usai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan akan tetap menutup Selat Hormuz sampai perang dengan AS dan Israel usai.
Sebagai langkah antisipasi, Trump menegaskan akan meminta angkatan laut AS untuk mengawal kapal-kapal minyak untuk berlayar di Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan agar pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke AS, tetap berjalan meski Iran memperketat pengamanan di selat tersebut.
Namun, menurut Menteri Energi AS, Chris Wright, pasukan militer angkatan laut AS belum siap mengawal kapal-kapal minyak untuk berlayar di Selat Hormuz. Sebab, mereka saat ini sedang fokus melakukan perlawanan terhadap serangan yang dilakukan oleh Iran.
“Kita sama sekali belum siap. Semua aset militer kita saat ini difokuskan untuk menghancurkan kemampuan ofensif Iran dan industri manufaktur yang memasok kemampuan ofensif mereka,” ujar Wright dilansir Al Jazeera. (R1)



Saat ini belum ada komentar