Progres Penanganan Kesehatan di Tapteng Berjalan Optimal
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

Plt Kadinkes Tapteng Lisnawati Panjaitan (tiga dari kiri) meninjau Puskesmas Tukka. (Foto: Dinkes Tapteng)
TAPTENG (tri3news.com) – Plt Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Lisnawati Panjaitan mengonfirmasi penanganan sektor kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus menunjukkan perkembangan positif.
Berbagai langkah darurat hingga pemulihan jangka menengah telah dijalankan secara terpadu oleh Dinas Kesehatan Tapteng sejak bencana alam terjadi pada 25 November 2025.
“Sesuai instruksi bupati Masinton Pasaribu dan wakil bupati Mahmud Efendi, kami mempercepat berbagai program pelayanan kesehatan guna memastikan kebutuhan medis warga tetap terpenuhi,” ucapnya di Pandan, Senin (23/2/2026).
Lisna mengungkapkan, sejak hari pertama pascabencana, pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh puskesmas dan posko pengungsian.
“Tenaga kesehatan disiagakan secara bergiliran untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan,” tuturnya.
Ditegaskan, selain memberikan layanan medis, perhatian juga diberikan pada aspek psikososial. Tim kesehatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi mental masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Khusus anak, pelayanan imunisasi dilakukan melalui posyandu dan posko kesehatan di wilayah terdampak,” ungkap Lisna.
Upaya pencegahan penyakit menular juga digencarkan. Fogging pencegahan demam berdarah dilaksanakan di kawasan pengungsian, seperti GOR Pandan dan permukiman sekitar. Selain itu, Vaksinasi Rabies diberikan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit dari hewan.
Verifikasi sinyal penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa terus dipantau, termasuk pengiriman spesimen suspek campak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Program gizi dan kesehatan anak turut diperkuat melalui layanan Pemberian Makanan Bayi dan Anak. Pelatihan tenaga kesehatan bersama relawan dari Wahana Visi Indonesia telah dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kolang guna meningkatkan kualitas layanan bagi bayi dan anak di pengungsian,” Plt Kadinkes.
Sementara itu, pelayanan bagi pasien penyakit kronis tetap berjalan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Pendataan pasien, monitoring pengobatan, serta distribusi obat dilakukan secara rutin dengan prioritas kelompok berisiko tinggi.
Di sektor infrastruktur, rehabilitasi fasilitas kesehatan (faskes) mulai dipersiapkan. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk pembangunan kembali Puskesmas di Manduamas, Barus, dan Sorkam sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Pengawasan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian. Pemeriksaan kualitas air bersih di Kecamatan Badiri telah dilakukan guna memastikan ketersediaan air yang aman bagi masyarakat.
“Monitoring ini melibatkan relawan kemanusiaan untuk menjaga sanitasi dan mencegah penyakit berbasis lingkungan,” pungkas Lisna. (R1)



Saat ini belum ada komentar