Pemkab Tapteng Fokus Rehabilitasi Lahan dan Sungai
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu (kanan) bersama Kementan meninjau sawah di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Selasa (14/1/2026). (Foto: dok. Diskominfo Tapteng)
TAPTENG (tri3news.com) – Memasuki masa transisi darurat ke pemulihan pascabencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah sedang mengkaji rangkaian rehabilitasi selama 90 hari terhitung mulai 31 Desember 2025 sampai dengan 30 Maret 2026.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu menyampaikan, fokus pemerintah saat ini ialah rehabilitasi sejumlah lokasi sungai serta kegiatan pembersihan dan perbaikan lahan pemukiman warga pascabanjir bandang 25 November 2025 lalu.
Peninjauan dilakukan ke sejumlah lokasi yang terdampak parah di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah bersama Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian, termasuk ke Kelurahan Bona Lumban, Tukka, pada Selasa (13/1/2026).
Bupati Tapteng menegaskan, tahap awal pemulihan difokuskan pada pembersihan lahan-lahan permukiman warga yang tertimbun sedimen lumpur dan sampah akibat banjir bandang.
“Tahap pemulihan ini kita mulai dari pembersihan kawasan permukiman warga. Rumah-rumah masyarakat tertimbun sedimen lumpur dan sampah yang cukup tebal, ini harus segera ditangani,” tegas Bupati di lokasi.
Selain pemukiman, lanjutnya, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan sumber-sumber penghidupan masyarakat, khususnya sektor pertanian. Bupati Tapteng menyebutkan, kawasan Bona Lumban merupakan wilayah sawah produktif yang terdampak parah akibat perubahan alur sungai dan sedimentasi lebih dari satu meter dan gelondongan kayu yang menutup aliran sungai.
“Kita meninjau langsung hulunya. Alur sungai berpindah, sedimentasinya sangat luar biasa. Saat ini alat berat sudah bekerja membuka kembali alur air agar bisa mengaliri jaringan irigasi primer dan sawah masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tapteng bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Kementerian PUPR dijadwalkan melakukan groundbreaking, 15 Januari 2026 untuk program pembukaan dan normalisasi sawah yang terdampak bencana.
“Sawah ini sebenarnya sawah lama, tapi tertutup pasir dan lumpur. Kita normalkan kembali dengan alat berat, termasuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak dan tertimbun longsor. Targetnya, tahun ini sawah sudah bisa kembali ditanami,” ujar Bupati Tapteng.
Sementara itu, Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian Geloria M. K. Ginting, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam percepatan rehabilitasi sawah pascabencana.
“Prinsipnya, seluruh lokasi sawah terdampak harus segera kita atasi dan rehabilitasi. Kabupaten Tapanuli Tengah kita jadikan salah satu prioritas penanganan pascabencana di Sumatera Utara,” ungkap Geloria.
Ia mengapresiasi komitmen Bupati Tapteng dan jajaran Pemkab Tapteng yang dinilai sigap dan responsif dalam penanganan bencana.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis sawah-sawah ini bisa kembali berproduksi,” ujarnya.
Diketahui, luas sawah terdampak banjir di Kecamatan Tukka mencapai sekitar 484 Hektar, sementara keseluruhan luas sawah yang terdampak di Tapteng seluas 7.365 Ha. (R1)



Saat ini belum ada komentar