Niat Cari Kerja ke Tapteng, Wanita Asal Padangsidimpuan Ditemukan Tak Bernyawa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Polres Tapteng serah terima jenazah ke keluarga korban di Padangsidimpuan. (Foto: Humas Polres Tapteng)
TAPTENG (tri3news.com) – Niat hati mencari nafkah sebagai pelayan kafe di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), seorang wanita berinisial FAL (42) ditemukan meninggal dunia di sebuah kafe milik warga di Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Minggu (29/3) sekira pukul 23.00 WIB.
Plh Kapolsek Sorkam, Iptu Ahmad Affandi Hasibuan mengonfirmasi korban merupakan warga Jalan Damar Raya, Padangsidimpuan, dilaporkan tiba di lokasi tersebut beberapa hari sebelumnya dengan harapan mendapatkan pekerjaan.
Namun, takdir berkata lain korban ditemukan tidak sadarkan diri di area belakang kafe sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Mendapat laporan dari pemilik kafe, Jamres Hutauruk, personel langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Kami berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polres Tapteng dan pihak medis dari Puskesmas Sorkam Barat untuk melakukan identifikasi,” terangnya dalam rilis yang diterima, Senin (30/3).
Iptu Ahmad menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.
Di lokasi, petugas menemukan barang pribadi korban berupa ponsel, kartu identitas, serta sisa minuman. Terdapat juga bekas muntahan di belakang kafe, yang menjadi petunjuk penting terkait kondisi fisik korban sebelum menghembuskan napas terakhir.
“Petugas telah melakukan pemeriksaan dan visum luar bersama tenaga medis. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Plh Kapolsek Sorkam.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, terungkap bahwa FAL memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik.
“Dari keterangan ibu kandung korban, Imahari Siregar menjelaskan bahwa putrinya sudah sekitar 10 tahun menderita sakit asam lambung (lambung akut) dan sesak napas,” ujar Iptu Ahmad.
Kondisi fisik korban diduga semakin melemah karena beban pikiran akibat permasalahan rumah tangga serta informasi bahwa korban baru saja mengalami keguguran sebelum berangkat menuju Sorkam pada 24 Maret lalu untuk mencari kerja.
Untuk itu, lanjut Iptu Ahmad, pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah setelah melihat kondisi jenazah secara langsung dan memastikan tidak ada kejanggalan, keluarga korban menandatangani pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.
Mengingat keterbatasan biaya ambulans dari pihak keluarga, kepolisian turut membantu proses koordinasi kepulangan jenazah.
“Kini, jenazah FAL telah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Padangsidimpuan dan dimakamkan secara layak,” pungkasnya. (R1)



Saat ini belum ada komentar