Modus Beri Uang Rp 2 Ribu, Pria Paruh Baya di Percut Sei Tuan Cabuli Puluhan Murid SD
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026
- visibility 13
- comment 0 komentar

Pria paruh baya, Legiono alias Gono diinterogasi di Kantor Desa Jalan Irian Barat Dusun XVII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang karena diduga mencabuli puluhan murid SD, Kamis (5/2/2026).(Foto Dok/Warga)
MEDAN (tri3news.com) – Seorang pria paruh baya, Legiono alias Gono (65) warga Jalan Irian Barat Dusun XVII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang diserahkan ke Polrestabes Medan karena diduga melakukan aksi cabul terhadap puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Jalan Irian Barat, Kamis (5/2/2026) pagi.
Perbuatan asusila itu dilaporkan oleh salah satu murid ke guru bahwasanya ia melihat dada temannya diraba-raba oleh pria paruh baya yang berjualan mainan di depan sekolah. Guru tersebut kemudian memanggil muridnya yang menjadi korban pencabulan, namun korban tidak mau mengakuinya hingga akhirnya terungkap.
Setelah itu para guru yang mendengar kejadian itu langsung melaporkannya kepada pihak kepala sekolah.
Kepala Dusun (Kadus) XX Desa Sampali, Zulfan saat diwawancarai di lokasi, Jumat (6/2/2026) siang mengatakan semua siswa yang diduga menjadi korban pelecehan itu mengakui melaporkannya ke para guru.
“Kamis sekira pukul 09.30 WIB, pihak guru, Dewan Guru dan Kepala Sekolah langsung menemui terduga pelaku yang berjualan di depan sekolah tepatnya di lapangan sepak bola. Saat ditemui, pelaku sedang menyusun jualannya jualan,” ungkapnya.
Zulfan yang juga berada di lokasi langsung menyuruh terduga pelaku pencabulan untuk mengemas barang jualannya dan mengajak ke ke Kantor Desa Sampali untuk menghindari amukan massa. Karena saat itu massa sudah berkumpul di lapangan.
“Setibanya di Kantor Desa, saya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas menginterogasi pelaku. Saat itu Gono mengakui hanya mencium bibir, pipi dan memegang alat vital para murid,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dari terduga pelaku tersebut bahwasanya ia mengiming-imingi para murid yang berbelanja di tempatnya dengan uang Rp 2 ribu. Ada juga murid yang tidak diberikan uang.
“Saat saya bersama para guru mendata murid yang menjadi korban pencabulan, terdapat 14 orang murid. Namun dari hasil pengembangan jadi bertambah 6 murid. Total keseluruhan korban mencapai 20 murid perempuan,” katanya.
Diakui Kadus, dengan situasi yang tidak memungkinkan karena Kantor Desa mulai ramai didatangi para orangtua para murid yang menjadi korban pencabulan dan warga setempat, terduga pelaku langsung dibawa ke Polrestabes Medan dan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim guna di proses.
“Jadi untuk mengamankan situasi yang sudah tidak memungkinkan, kami membawa pelaku ke Polrestabes Medan untuk di proses sesuai hukum,” tutupnya sembari menambahkan pelaku di depan sekolah berjualan mainan dan beras.
Kanit UPPA Sat Reskrim Iptu Dearma Sinaga saat dikonfirmasi mengatakan hingga saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif.
Saat ditanya sudah berapa orangtua murid yang sudah membuat laporan. Dearma bungkam (R1)



Saat ini belum ada komentar