Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi, Keuangan & Perdagangan » Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 299
  • comment 0 komentar

JAKARTA (tri3news.com) – Indonesia tercatat memiliki jumlah Non-Tariff Barrier (NTB) dan Non-Tariff Measure (NTM) yang paling sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor penghambat dalam upaya peningkatan daya saing industri di dalam negeri.

NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang digunakan oleh banyak negara maju untuk melindungi industri nasional mereka dari serbuan produk impor. Sayangnya, Indonesia justru masih minim dalam menerapkan kebijakan tersebut.

“Data menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM yang berlaku saat ini. Bandingkan dengan Tiongkok yang memiliki lebih dari 2.800 kebijakan tersebut, kemudian India ada 2.500 lebih, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.000 NTB dan NTM,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis (8/5/2025) dilansir dari laman Kemenperin.go.id.

Menurut Jubir Kemenperin, ketimpangan jumlah instrumen proteksi tersebut menyebabkan industri nasional sering kalah bersaing di pasar domestik maupun global.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa produk-produk asing begitu mudah masuk ke pasar kita, sementara negara lain memiliki banyak hambatan dagang terutama negara maju. Hal ini sangat terasa ketika manufaktur kita melakukan ekspor memasuki pasar domestik mereka. Negara tersebut yang mensyaratkan berbagai NTB dan NTM seperti standar, hasil pengujian, rekomendasi dan lain sebagainya yang harus dipenuhi produk manufaktur Indonesia agar bisa dijual di pasar domestik mereka,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong penguatan instrumen perlindungan industri melalui regulasi yang tepat, tanpa melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kita harus dapat memanfaatkan NTB dan NTM secara optimal agar industri dalam negeri mampu tumbuh dan bersaing secara sehat,” jelas Febri.

Kemenperin juga tengah mengkaji sektor-sektor strategis yang membutuhkan perlindungan lebih kuat melalui penerapan NTB dan NTM, seperti industri tekstil, kimia, baja, elektronik, dan otomotif. “Tujuannya agar kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional,” imbuhnya.

Febri pun berharap, dukungan lintas kementerian dan lembaga terkait serta dari pelaku industri, untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan nasional dalam upaya menghadapi tantangan global yang semakin kompleks saat ini.

“Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat di antara stakeholders, dan didukung dengan koordinasi yang tepat, kami optimistis kinerja industri bisa bangkit,” tegasnya.

Febri menambahkan, di tengah kondisi pasar kerja yang sedang menghadapi masalah, pemerintah akan lebih fokus memperhatikan perlindungan terhadap industri dalam negeri, terutama dari gempuran impor murah. “Karena melindungi industri dalam negeri, berarti melindungi juga tenaga kerja kita,” jelasnya.

Transparansi Lembaga Pemeringkat

Terkait adanya laporan survei dari Tholos Foundation, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dalam Indeks Hambatan Perdagangan Internasional atau International Trade Barriers Index 2025, Jubir Kemenperin menegaskan, bahwa lembaga pemeringkat tersebut belum transparan mengenai data dan metodologi penelitiannya.

“Ini mirip sekali lembaga survei abal-abal, yang publish hasil surveinya menjelang pemilu, pilpres, atau pilkada. Seharusnya, lembaga tersebut mem-publish data, sumber data, dan metodologi yang digunakan untuk pemeringkatannya. Kalau berdasarkan WTO, NTB dan NTB Indonesia lebih kecil dibanding dengan negara lain, terutama negara maju dan negara tetangga di ASEAN,” ujarnya.

Febri mengakui, ada beberapa pihak yang ingin Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju, terutama dalam membangun perekonomiannya. Padahal, Indonesia memiliki modal dan potensi yang sangat besar, seperti ketersediaan sumber daya alam, peluang di pasar domestik, dan adanya bonus demografi.

“Modal ini yang perlu kita optimalkan, termasuk dalam upaya kita mengembangkan industri nasional sebagai salah satu sektor penopang utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Hal senada juga sempat disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada acara halal bihalal bersama purnawirawan TNI-Polri di Jakarta, Selasa (6/5). Presiden menyatakan bahwa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadikan negara ini kerap menjadi sasaran gangguan dari pihak asing.

Menurut Kepala Negara, potensi besar itu antara lain nikel, bauksit, dan kelapa sawit yang merupakan sumber kekuatan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Kelapa sawit misalnya, kini menjadi komoditas strategis yang banyak diminati berbagai negara, seperti Mesir, Pakistan, India, dan Eropa.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tunduk pada kepentingan asing. “Terkait hal ini, saya sangat setuju yang disampaikan oleh Bapak Presiden, bahwa kita harus juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini juga termasuk dalam konteks membangun industri yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Febri.

Bukti nyata komitmen dan keberpihakan pemerintah saat ini kepada industri dalam negeri, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Kami dan para pelaku industri dalam negeri sangat mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menandatangani Perpres No. 46 Tahun 2025 dan menerbitkannya. Regulasi ini menjadi angin segar bagi industri di tengah tekanan demand domestik saat ini, terutama bagi industri yang menghasilkan produk yang dibeli oleh pemerintah dan BUMN/BUMD,” ujar Febri. (R2)

Penulis

"Ini Baru Berita"

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Ringkus Dua Pria Residivis, Diduga Pelaku Pengedar Narkotika di Kabanjahe

    Polisi Ringkus Dua Pria Residivis, Diduga Pelaku Pengedar Narkotika di Kabanjahe

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kedua tersangka diamankan di Mapolres Tanah Karo, Senin (8/12/2025). (Foto dok/Humas Polres Tanah Karo) KARO (tri3news.com) – Satresnarkoba Polres Tanah Karo meringkus dua pelaku pengedar narkotika jenis sabu. Kedua pelaku adalah residivis kasus narkotika, yakni Frengki Lubis (42) dan Perdianto Sembiring (41), yang diamankan pada Kamis (27/11) di Jalan Mariam Ginting, Kelurahan Gung Leto, Kecamatan […]

  • Digerebek Saat Pegang Shabu, Dua Pria Ditangkap Sat Narkoba Polres Belawan

    Digerebek Saat Pegang Shabu, Dua Pria Ditangkap Sat Narkoba Polres Belawan

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 198
    • 0Komentar

    BELAWAN (tri3news.com) – Pemberantasan narkoba terus dilakukan oleh Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Kali ini, dua orang tersangka berhasil diamankan dalam penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (11/6/2025) sekira pukul 18.00 WIB di Komplek UKA, Kelurahan Terjun.     Dua pelaku yang berhasil ditangkap masing-masing Nanda (31) sebagai pengedar dan Arianto (41) sebagai pengguna. Dalam penangkapan tersebut, petugas […]

  • Polres Tanah Karo Tetapkan Oknum Guru BP SMA N 1 Kabanjahe sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan

    Polres Tanah Karo Tetapkan Oknum Guru BP SMA N 1 Kabanjahe sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Foto Oknum guru BP SMA Negeri 1 Kabanjahe KARO (tri3news.com) – Polres Tanah Karo menetapkan tersangka terhadap oknum guru bimbingan dan penyuluhan (BP) SMA Negeri 1 Kabanjahe berinisial FAS atas dugaan pemerasan. Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Erik Nainggolan didampingi KBO Reskrim Ipda Benteng Peranginangin, Jumat (14/11) membenarkan penetapan tersangka kepada […]

  • Ribuan Demonstran Tuntut PM Thailand Mundur

    Ribuan Demonstran Tuntut PM Thailand Mundur

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA (tri3news.com) – Sekitar 4000 ribu anti pemerintah berunjuk rasa  memenuhi jalan-jalan di sekitar Monumen Kemenangan di Bangkok pada Sabtu (28/6/2025), seraya melambaikan bendera Thailand. Mereka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Paetongtarn Shinawatra. Seruan mundur ini terkait bocornya panggilan teleponnya dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen, awal bulan ini yang memicu kemarahan publik atas […]

  • Pemkab Tapteng Fokus Rehabilitasi Lahan dan Sungai

    Pemkab Tapteng Fokus Rehabilitasi Lahan dan Sungai

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Bupati Tapteng Masinton Pasaribu (kanan) bersama Kementan meninjau sawah di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Selasa (14/1/2026). (Foto: dok. Diskominfo Tapteng) TAPTENG (tri3news.com) – Memasuki masa transisi darurat ke pemulihan pascabencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah sedang mengkaji rangkaian rehabilitasi selama 90 hari terhitung mulai 31 Desember 2025 sampai dengan 30 Maret 2026. Bupati Tapteng, Masinton […]

  • Timnas U-23 Siap Tantang Malaysia di Championship Mandiri Cup 2025

    Timnas U-23 Siap Tantang Malaysia di Championship Mandiri Cup 2025

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 236
    • 0Komentar

    JAKARTA (tri3news.com) – Hasil drawing ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 yang digelar di Bali, Jumat (30/5/2025), Indonesia satu grup bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam di Grup A. ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025 akan digelar di Jakarta dan Bekasi, 15-29 Juli 2025 mendatang. Bahkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan sudah kangen ketemu […]

expand_less