Jemaat GKPI Hutanabolon Rayakan Natal dalam Tenda Pengungsian di Taput
- calendar_month Jum, 26 Des 2025
- visibility 40
- comment 0 komentar

Suasana perayaan Natal jemaat GKPI Hutanabolon, Kamis (25/12/2025). (Foto:Dok/Ist).
TAPUT (tri3news.com) – Tak seperti biasanya, perayaan Natal di Tapanuli Tengah, warga pengungsi pascabencana dirayakan di tenda sederhana.
Di lokasi pengungsian warga Hutanabolon, jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) memanfaatkan tenda Pengungsi BPBD disulap menjadi tempat perayaan Natal. Pasalnya, gedung Gereja mereka masih dipenuhi lumpur, pascabencana banjir bandang dan longsor di Tapteng pada 25 November 2025 lalu.
Suara paduan suara menyanyi lagu-lagu Natal yang merdu mengisi udara, membawa kedamaian meskipun di tengah keterbatasan.
Pendeta Erik Sunando Sirait, STh tampak memimpin ibadah Natal. Seluruh jemaat berkhidmat di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja.
Khotbah kelahiran Tuhan Yesus yang diambil dari nats Alkitab Lukas 2:1-7 menceritakan kelahiran Juruselamat dalam palungan sederhana.
Pendeta Erik meminta jemaat untuk tetap kuat dan melihat kesamaan antara kelahiran Yesus di palungan dengan kondisi mereka yang saat ini tinggal di tenda.
“Tuhan datang di tengah kesederhanaan dan kesulitan. Begitu juga hari ini, meskipun di tempat yang sederhana, kita tetap menjadi tempat kedatangan kasih dan harapan bagi sesama,” ucapnya di Hutanabolon, Kamis (25/12/2025).
Ke depan, Jemaat GKPI berharap adanya bantuan dari pemerintah dalam pembersihan fasilitas umum Gereja.
“Semoga Gereja kami juga mendapat perhatian pembersihan gedung,” pinta Sitompul, salah seorang Jemaat.
Rangkaian Natal berjalan lancar dan penuh sukacita meskipun setiap langkah diambil di atas tanah yang masih bergelombang dan jalan yang belum pulih. (R1)



Saat ini belum ada komentar