Jelang Tahun Baru, Densus 88 Amankan Tujuh Terduga Teroris
- calendar_month Rab, 31 Des 2025
- visibility 117
- comment 0 komentar

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Syahardiantono saat memaparkan hasil rilis akhir tahun (RAT), Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025) (Foto:Dok/Ist)
JAKARTA (tri3news.com) – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti teror mengamankan tujuh orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru. Penangkapan dilakukan di enam provinsi berbeda, dengan para terduga teroris tersebut berasal dari dua kluster jaringan, yakni Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Ansharut Daulah.
“Terdapat penangkapan tujuh tersangka terorisme dalam pengamanan Nataru (Natal dan tahun baru) ini,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Syahardiantono saat paparan kinerja di Markas Besar Polri, Selasa (30/12/2025).
Juru Bicara Densus 88 Ajun Komisaris Besar Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa tujuh tersangka tersebut terbagi dalam dua kluster berbeda. Kluster pertama terdiri dari dua orang yang diduga memiliki afiliasi dengan Negara Islam Indonesia dan diamankan di wilayah Sumatera Utara.
“Kedua tersangka dilakukan penegakan hukum terkait perannya dalam struktur organisasi NII,” kata Mayndra saat dikonfirmasi pada Selasa.
Sementara itu, lima tersangka lainnya diduga merupakan pendukung Jamaah Ansharut Daulah yang terafiliasi dengan ISIS. Menurut Mayndra, kelima orang tersebut ditangkap secara terpisah di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Papua.
“Pendukung Daulah ISIS yang aktif menyerukan propaganda dan seruan untuk melakukan aksi teror,” kata dia.
Selain pengungkapan tersebut, Densus 88 juga mencatat telah menangkap total 51 tersangka kasus dugaan terorisme sepanjang tahun 2025. Jumlah ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, Densus 88 menangkap 147 tersangka terorisme, sementara pada 2024 jumlahnya menurun menjadi 55 tersangka.(R1)



Saat ini belum ada komentar