Hadiri Natal Nasional 2025, Presiden Prabowo Tekankan Kerukunan dan Persatuan Bangsa
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1/2026). Foto: (Dok/BPMI Setpres/Cahyo)
JAKARTA (tri3news.com) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menekankan keberagaman latar belakang agama di Indonesia merupakan kekuatan utama yang mempersatukan bangsa di tengah gejolak global.
“Di bumi Nusantara, meski berbeda-beda, kita bisa bersatu dan hidup sebagai satu bangsa dengan niat yang sama, yaitu meraih kehidupan yang baik bersama,” ujar Presiden Prabowo.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersyukur atas perdamaian yang terjaga di Indonesia saat banyak wilayah di dunia menghadapi ketidakpastian dan konflik.
Kepala Negara juga menyampaikan ucapan Selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia dan mendoakan agar damai Natal membawa kebaikan, berkah, serta kekuatan bagi bangsa.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang turut hadir menyampaikan bahwa peringatan Natal Nasional bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan lintas iman.
Ia menambahkan kehadiran langsung Presiden merupakan tanda nyata komitmen negara dalam merawat keberagaman dan menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi kehidupan bernegara.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia memberikan panggung utama kepada 3.000 tamu kehormatan yang terdiri dari anak Sekolah Minggu, guru agama, koster gereja, anak yatim piatu, hingga penyandang disabilitas.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan kehadiran para tamu tersebut adalah bentuk penghormatan bagi mereka yang melayani dengan tulus.
Panitia juga memberikan bantuan kasih sebesar Rp 1,5 juta per orang bagi para tamu kehormatan tersebut, dengan total nilai mencapai Rp 4,5 miliar.
“Kami tidak menghadirkan artis nasional. Sebagai gantinya, kami memberi ruang bagi penyanyi gereja lokal dari seluruh Nusantara untuk melayani langsung di Jakarta,” jelas Maruarar.
Aksi Sosial dan Bantuan Berkelanjutan Natal Nasional 2025 juga ditandai dengan rangkaian aksi kemanusiaan yang masif sejak November 2025.
Panitia melaporkan telah menyalurkan bantuan sosial bencana alam sebesar Rp2,8 miliar dalam bentuk 7.220 paket sembako di wilayah terdampak seperti Medan, Aceh, Padang, Tapanuli Tengah, dan kawasan erupsi Gunung Semeru.
Selain tanggap bencana, program bantuan berkelanjutan senilai miliaran rupiah juga digulirkan, meliputi pendidikan berupa Bantuan Rp10 miliar untuk 1.000 penerima manfaat di berbagai wilayah terpencil, mulai dari Papua hingga Mentawai.
Kesehatan berupa pengadaan 35 unit ambulans untuk lintas umat. infrastruktur berupa renovasi 100 gereja di 38 provinsi (Rp 10 miliar) dan pembangunan dua jembatan di Papua Pegunungan (Rp 2,5 miliar).
Sarana ibadah berupa pembangunan aula Sekolah Tinggi Alkitab Tambozeman (Rp 3 miliar) dan pembagian 10.000 Alkitab. Maruarar Sirait menutup laporan dengan menegaskan Natal Nasional 2025 dirancang untuk berdampak nyata.
“Natal ini kami persembahkan sebagai Natal yang hidup. Sederhana dalam pelaksanaan, namun berdampak luas bagi Indonesia,” pungkasnya. (R1)



Saat ini belum ada komentar