Gempa M 6 Guncang Poso, Gereja Rusak dan Puluhan Warga Luka
- calendar_month Ming, 17 Agu 2025
- visibility 117
- comment 0 komentar

AMBRUK : Bangunan gereja di Poso Sulteng ambruk terdampak gempa bumi, Minggu (17/8/2025). (Foto/Dok/Ist).
MAKASSAR (tri3news.com) – Gempa bermagnitudo 6 terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025) pagi. Satu gereja dan beberapa bangunan rumah rusak. Puluhan anggota jemaat yang sedang beribadah dilaporkan terluka.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pada pukul 06.38 Wita. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer (km). Jika dihitung berdasarkan jarak, episenter gempa berada di 18 km barat laut Poso, 82 km timur laut Sigi, 89 km barat laut Morowali Utara, dan 98 km tenggara Kota Palu. Gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami.
”Sebagian besar warga di wilayah Kecamatan Poso Pesisir, seperti Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape, merasakan dampak guncangan. Di Kabupaten Poso, gempa dirasakan kuat selama kurang lebih 15 detik. Sebagian besar masyarakat berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Minggu (17/8/2025).
BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu mencatat gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8) pukul 06.38 WITA.
Episenter gempa berada pada koordinat 1.30° LS ; 120,62° BT, tepatnya di darat 18 kilometer barat daya Laut Poso dengan kedalaman 10 kilometer.
“Tidak berpotensi tsunami, hati-hati terhadap gempa bumi susulan,” tulis BMKG, seperti dilansir Radar Palu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso melaporkan sedikitnya 13 orang dirujuk ke RSUD Poso, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Enam orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo.
Selain korban luka, satu unit rumah ibadah yakni Gereja Jemaat Elim di Desa Masani dilaporkan rusak akibat guncangan.
“Pendataan terhadap jumlah pengungsi masih terus dilakukan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D.
Getaran gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah Kecamatan Poso Pesisir, seperti Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman.
BPBD Poso bersama aparat desa langsung melakukan monitoring, pendataan, dan assessment lapangan. Kebutuhan mendesak yang dilaporkan sementara meliputi tenda dan obat-obatan bagi warga terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menginstruksikan tim darurat segera bergerak ke lokasi untuk memberikan pendampingan, monitoring, serta mempertebal koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Analisa betul kondisi di sana. Kita segera masuk ke lokasi,” tegas Suharyanto. (R1)



Saat ini belum ada komentar