Dampak Konflik Global, Pemerintah Siapkan Langkah Proaktif dan Efisiensi Nasional
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto menyalami seluruh Menteri sebelum Sidang Kabinet Paripurna digelar di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/03/2026). (Foto: BPMI Setpres)
JAKARTA (tri3news.com) – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah agar tetap waspada menghadapi dinamika global yang berkembang saat ini. Kepala Negara menegaskan bahwa meskipun Indonesia berada dalam kondisi relatif aman, pemerintah tidak boleh lengah dan harus mempersiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk yang dapat berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi nasional.
“Kita hadapi perkembangan yang terjadi secara global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, dan ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan. Kita alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/03/2026).
Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa sudah banyak negara yang melakukan langkah-langkah dalam menghadapi kondisi global saat ini. Kepala Negara meminta jajarannya untuk melakukan kajian lebih lanjut perihal efisiensi ini.
“Seolah-olah bahwa ini bagi mereka seperti kita dulu waktu Covid-19. Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah,” imbuh Kepala Negara dikutip dari laman setneg.go.id, Sabtu (14/3).
“Maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2 sampai 3 tahun kita akan sangat kuat. Tapi tetap kita harus hemat konsumsi,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo juga berharap pemerintah di bawah kepemimpinannya akan selalu menjaga agar defisit keuangan tidak bertambah di tengah situasi saat ini.
“Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita harus balance budget itu paling ideal dan itu saya kira kita bisa lakukan,” imbuh Kepala Negara.
Terkait cadangan BBM, Kepala Negara menyampaikan bahwa pemerintah sudah memiliki sejumlah rencana terkait akselerasi ketersediaan BBM. Presiden Prabowo mengingatkan jajarannya untuk terus melakukan langkah-langkah yang proaktif dalam mengantisipasi situasi saat ini seperti melakukan penghematan konsumsi BBM.
“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, kita bersyukur kita aman. Tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” ujar Presiden Prabowo.
Menutup arahannya dalam Sidang Kabinet Paripurna menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja bagi kepentingan rakyat dengan mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok maupun golongan. Kepala Negara menegaskan bahwa kesetiaan kepada bangsa harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pemerintah. (R2)



Saat ini belum ada komentar