Bukan Ditimbun, Pemkab Tapteng Tegaskan Bantuan Dikelola secara Transparan
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar

Asisten Pemerintahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tapteng Basyri Nasution. (Foto: Diskominfo Tapteng).
TAPTENG (tri3news.com) – Asisten Pemerintahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah Basyri Nasution yang juga selaku Koordinator Logistik mengonfirmasi bahwa bantuan logistik pascabencana alam 25 November 2025 tidak ditimbun, melainkan dikelola secara transparan dan disalurkan bertahap kepada masyarakat terdampak.
“Bantuan itu bukan untuk ditimbun ataupun dengan tujuan tertentu. Semua disimpan secara transparan dan bisa dilihat langsung di Kantor Bupati,” ujar Basyri Nasution dalam rilis yang diterima, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, bantuan yang masih tersisa saat ini didominasi barang non-pangan seperti pakaian, tikar, kompor, dan ember, beko sorong. Bantuan tersebut disiapkan untuk masyarakat yang akan atau telah direlokasi ke Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap).
Menurutnya, mekanisme penyaluran dilakukan seiring kesiapan lokasi hunian, menunggu Huntara atau Huntap siap ditempati, bantuan langsung didistribusikan kepada warga.
“Begitu masyarakat pindah ke Huntara, bantuan langsung kita serahkan. Termasuk kebutuhan dasar rumah tangga seperti tikar, pakaian, kompor, dan ember,” jelas Basyri.
Disampaikannya, seperti di wilayah Sibiobio Kecamatan Sibabangun, sebanyak 12 unit Huntara telah siap dan langsung diisi oleh warga terdampak. Selain itu, enam kepala keluarga juga telah dipindahkan ke Huntara Asrama Haji Pinangsori dan menerima bantuan yang sama.
“Bantuan peralatan rumah tangga itu juga akan langsung kita salurkan sebagai bekal awal warga,” jelas Basyri.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh bantuan tercatat secara administratif dan dikelola secara terbuka. Bahkan, selama periode 19 November 2025 hingga 12 Maret 2026, Pemkab Tapteng masih menerima dan langsung menyalurkan bantuan logistik dari BPBD Pusat.
“Untuk bantuan pangan tidak ada yang ditahan. Semua langsung disalurkan. Kalau ada yang melihat paket dalam plastik, itu bukan makanan, melainkan pakaian untuk anak-anak dan dewasa,” ujar Basyri Nasution.
Dia juga telah meminta Inspektorat melakukan audit menyeluruh, baik terhadap logistik maupun non-logistik. Selain itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah diminta melakukan audit rinci.
“Kita ingin semuanya transparan. Apakah penerimaan dan penyaluran sudah sesuai, itu akan dibuktikan melalui hasil audit. Kita tunggu hasilnya,” pungkas Basyri. (R1)



Saat ini belum ada komentar