Agrinas Impor Pikap India, Beberkan Alasan Pikap 4×4 Lebih Dibutuhkan Kopdes
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar

Mobil pikap Mahindra (Dok. Mahindra Indonesia)
JAKARTA (tri3news.com) – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan kendaraan pikap berpenggerak empat roda (4×4) dibutuhkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih, terutama untuk aktivitas logistik pertanian di wilayah pedesaan dengan medan berat.
Joao menjelaskan, kebutuhan kendaraan 4×4 muncul dari kondisi lapangan pertanian yang sebagian besar belum memiliki akses jalan memadai. Kendaraan tersebut dibutuhkan untuk mengangkut hasil panen langsung dari kebun menuju jalan utama atau titik kumpul distribusi.
“Dalam dunia pertanian, 4×4 itu menjadi kebutuhan. Medan di kebun tidak semuanya bisa dilalui kendaraan biasa,” ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Rabu (24/2/2026).
Ia lantas mencontohkan aktivitas pertanian singkong di Lampung. Menurutnya, biaya terbesar dalam produksi singkong bukan pada proses penanaman, melainkan pada proses logistik dari kebun ke jalan.
D daerah tersebut, kata dia, satu hektare (Ha) kebun mampu menghasilkan kisaran 30 hingga 40 ton singkong, yang dinilainya membutuhkan kendaraan berat dan biaya yang cukup mahal.
“Di Lampung, petani sampai membuat mobil rakitan sendiri, pakai mesin dongfeng, dibuat 4×4, supaya bisa masuk ke kebun dan mengangkut singkong,” tutur dia.
Menurutnya, kendaraan pikap 4×4 memberikan kemampuan jelajah dan daya angkut yang lebih baik dibandingkan 4×2, terutama saat digunakan di tanah berlumpur, jalur tanah, dan medan tidak rata.
Dirinya juga beranggapan apabila selama ini petani memilih pikap 4×2 untuk kebutuhan pengangkutan komoditas pangan itu lantaran adanya keterbatasan biaya.
Dalam konteks operasional Koperasi Desa Merah Putih, kendaraan 4×4 dinilai penting untuk memastikan distribusi hasil pertanian berjalan lancar, dari kebun hingga ke konsumen, tanpa bergantung pada perantara.
“Tujuan akhirnya adalah menghubungkan petani langsung dengan pasar. Kalau logistiknya tidak kuat, tujuan itu tidak akan tercapai,” katanya. “Petani pakai 4×2 karena harga 4×4 terlalu mahal. Bukan karena itu yang paling cocok.”
Polemik Impor Pikap dari India ini mencuat, pasalnya hal ini dilakukan di tengah lesunya industri otomotif yang ada di Indonesia.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan, padahal, anggota Gaikindo dinilai mampu memenuhi kebutuhan kendaraan yang diperlukan Kopdes tersebut.
“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Pulu dalam keterangannya.
Sebagai informasi, PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor sebanyak 105.000 unit mobil pikap yang berasal dari pabrikan India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)di seluruh Indonesia.
Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.
“Kami menantikan kerja sama ini untuk mendukung Koprasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara,” ujar CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta dalam siaran resminya, dikutip Jumat (20/2/2026).(Bloomberg Technoz)



Saat ini belum ada komentar