Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olah Raga » AFC Beri Sanksi WO Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027, Suporter Geruduk Kantor FAM

AFC Beri Sanksi WO Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027, Suporter Geruduk Kantor FAM

  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 29
  • comment 0 komentar

Suporter Malaysia menggeruduk kantor FAM setelah AFC memberikan sanksi WO bagi Malaysia imbas laga melawan Vietnam dan Laos yang menggunakan pemain naturalisasi ilegal. 

 

JAKARTA (tri3news.com) – Kantor PSSI Malaysia, Wisma FAM di Kelana Jaya, digeruduk suporter usai AFC sanksi WO di Kualifikasi Piala Asia 2027.

Pada awalnya, Malaysia hampir pasti mengikuti jejak Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027. Namun AFC memberikan sanksi WO bagi Malaysia imbas laga melawan Vietnam dan Laos yang menggunakan pemain naturalisasi ilegal.

Hal ini pun membuat suporter geram dan menggeruduk kantor FAM. Aksi yang dilakukan lebih dari 70 suporter ini sebagai bentuk protes terhadap federasi sepak bola setempat.

Suporter yang berasal dari berbagai kelompok suporter di wilayah Lembah Klang mulai berkumpul sejak pukul 10.00 pagi di depan pintu masuk Wisma FAM.

Aksi ini dipicu oleh kekecewaan terhadap tata kelola federasi, khususnya terkait kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain keturunan yang sebelumnya mendapat sorotan dari FIFA.

Ketua Umum Suporter Selangor FC, Mohamad Hairy Ibrahim, menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah awal dari gelombang protes yang lebih besar jika tidak ada kejelasan dari pihak federasi.

“Kami ke Wisma FAM hari ini untuk membuat bantahan secara aman terkait isu tujuh pemain warisan yang menggunakan dokumen palsu, yang telah disahkan oleh FIFA,” ujar Mohamad Hairy Ibrahim dilansir dari laman Harian Metro, dikutip Selasa (17/3/2026).

Ia juga menyoroti sikap Malaysian Football League yang dinilai tidak sejalan dengan keputusan FIFA. Menurutnya, keputusan MFL justru memperkeruh situasi karena tetap mengesahkan status beberapa pemain tersebut sebagai pemain lokal di kompetisi domestik.

“Tindakan MFL yang mengesahkan hukuman terhadap pemain itu menunjukkan mereka sebenarnya akur dengan keputusan FIFA bahwa pemain tersebut bukan warga Malaysia yang sah,” lanjutnya.

“Namun MFL kemudian mengambil keputusan yang seolah mengabaikan peraturan serta tidak menghormati keputusan CAS dan FIFA dalam isu ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hairy menegaskan bahwa para suporter akan terus memberikan tekanan hingga masalah ini benar-benar diselesaikan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan aksi yang lebih besar akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Sebagai penyokong, kami akan terus mendesak. Ini baru permulaan dan kami berharap kelompok suporter lain akan ikut serta hingga masalah ini diselesaikan,” katanya.

Mungkin setelah Hari Raya (Idulfitri), jika tidak ada tindakan dari FAM dan MFL, kami akan menggelar aksi yang lebih besar,” tegasnya.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah MFL mengonfirmasi bahwa empat dari tujuh pemain yang terlibat masih berstatus pemain lokal di Liga Malaysia. Keputusan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk para suporter.

Beberapa pemain yang dimaksud antara lain pemain Johor Darul Ta’zim seperti Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, serta satu pemain dari Kuching City FC yakni Gabriel Palmero.

Dalam pernyataan resminya, MFL menjelaskan bahwa status pemain tersebut telah sesuai dengan regulasi Liga Malaysia musim 2025-2026, yang mengacu pada sistem pendaftaran dan perpindahan pemain berbasis FIFA Connect (MYPAS), serta persyaratan administratif berupa dokumen identitas seperti kartu identitas atau paspor. (tvonenews)

Penulis

"Ini Baru Berita"

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Korupsi Kredit Investasi Kebon di Bank Plat Merah, Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka

    Dugaan Korupsi Kredit Investasi Kebon di Bank Plat Merah, Kejati Sumsel Tetapkan 6 Tersangka

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Suasana saat proses penahanan para tersangka di Kejati Sumsel, Senin (11/11/2025).(foto:dok/Penkum Kejati Sumsel) PALEMBANG (tri3news.com) – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) menetapkan 6  orang tersangka terkait kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam Pemberian Fasilitas Pinjaman/ Kredit dari salah satu bank plat merah kepada PT BSS dan PT SAL.  Menurut Kepala Seksi […]

  • Dugaan Korupsi  Kredit Perumahan Rakyat, Kejati Sumut Tahan 2 Tersangka

    Dugaan Korupsi Kredit Perumahan Rakyat, Kejati Sumut Tahan 2 Tersangka

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 116
    • 0Komentar

    TAHAN : JPU Kejati Sumut tahan  dua tersangka atas perkara dugaan korupsi terkait penyaluran kredit perumahan pada PT Bank Sumut,  Selasa (19/8/2025). (Foto:Dok/Ist)   MEDAN (trinews.com) – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, Selasa (19/8/2025), menahan dua tersangka perkara dugaan korupsi terkait penyaluran kredit perumahan pada PT Bank Sumut. […]

  • Pemerintah Dorong Pembinaan dan Penanganan Ormas Terafiliasi Premanisme

    Pemerintah Dorong Pembinaan dan Penanganan Ormas Terafiliasi Premanisme

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BANTEN (tri3news.com) – Premanisme dalam segala bentuknya merupakan penyakit sosial yang meresahkan masyarakat, menghambat investasi, mengganggu iklim usaha, dan menciptakan rasa takut di ruang publik. “Negara hadir untuk melakukan penanganan dan pembinaan tehadap ormas yang terafiliasi dengan premanisme, serta melakukan pembinaan melalui 3 pendekatan yaitu aspek keamanan, kesejahteraan, dan sosial,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Keamanan […]

  • Pemko Medan Buka Diri untuk Imigran, Tapi Tetap Utamakan Keamanan Warga

    Pemko Medan Buka Diri untuk Imigran, Tapi Tetap Utamakan Keamanan Warga

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) di Balai Kota Medan, Senin (15/9/2025). (Foto Dok/Humas) MEDAN (tri3news.com) – Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan, Pemko Medan membuka diri secara kemanusiaan terhadap keberadaan imigran pencari suaka, namun tetap […]

  • Polda Metro Hentikan Penyelidikan, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun Pertimbangkan Lapor Balik

    Polda Metro Hentikan Penyelidikan, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun Pertimbangkan Lapor Balik

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 165
    • 0Komentar

    JAKARTA (tri3news.com) –  Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, merasa lega setelah Polda Metro Jaya resmi menghentikan penyelidikan atas laporan dugaan penggelapan yang ditujukan kepadanya. Kepolisian menilai tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut. Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP2 Lid) diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dengan nomor B/1609/VI/RES.1.11/2025/Direskrimum, tertanggal 10 […]

  • Sepeda Motor Tamu Penginapan Dicuri, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Ditembak

    Sepeda Motor Tamu Penginapan Dicuri, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Ditembak

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Dua pelaku curanmor, Dodi Indra Syahputra yang ditembak petugas dan Nanda Nugraha diamankan di Polsek Medan Area, Rabu (7/1/2026).(Foto Dok/Polsek) MEDAN (tri3news.com) – Unit Reskrim Polsek Medan Area mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di satu penginapan di Jalan Menteng Raya Gang Rahayu, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Dalam pengungkapan itu petugas meringkus dua […]

expand_less