Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi, Keuangan & Perdagangan » Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

Jubir Kemenperin : Hambatan Dagang Indonesia sangat Kecil dibanding Negara Maju

  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 309
  • comment 0 komentar

JAKARTA (tri3news.com) – Indonesia tercatat memiliki jumlah Non-Tariff Barrier (NTB) dan Non-Tariff Measure (NTM) yang paling sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini dinilai menjadi salah satu faktor penghambat dalam upaya peningkatan daya saing industri di dalam negeri.

NTB dan NTM merupakan instrumen penting yang digunakan oleh banyak negara maju untuk melindungi industri nasional mereka dari serbuan produk impor. Sayangnya, Indonesia justru masih minim dalam menerapkan kebijakan tersebut.

“Data menunjukkan bahwa Indonesia hanya memiliki sekitar 370 NTB dan NTM yang berlaku saat ini. Bandingkan dengan Tiongkok yang memiliki lebih dari 2.800 kebijakan tersebut, kemudian India ada 2.500 lebih, Uni Eropa sekitar 2.300, bahkan Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.000 NTB dan NTM,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis (8/5/2025) dilansir dari laman Kemenperin.go.id.

Menurut Jubir Kemenperin, ketimpangan jumlah instrumen proteksi tersebut menyebabkan industri nasional sering kalah bersaing di pasar domestik maupun global.

“Ini adalah salah satu alasan mengapa produk-produk asing begitu mudah masuk ke pasar kita, sementara negara lain memiliki banyak hambatan dagang terutama negara maju. Hal ini sangat terasa ketika manufaktur kita melakukan ekspor memasuki pasar domestik mereka. Negara tersebut yang mensyaratkan berbagai NTB dan NTM seperti standar, hasil pengujian, rekomendasi dan lain sebagainya yang harus dipenuhi produk manufaktur Indonesia agar bisa dijual di pasar domestik mereka,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong penguatan instrumen perlindungan industri melalui regulasi yang tepat, tanpa melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Kita harus dapat memanfaatkan NTB dan NTM secara optimal agar industri dalam negeri mampu tumbuh dan bersaing secara sehat,” jelas Febri.

Kemenperin juga tengah mengkaji sektor-sektor strategis yang membutuhkan perlindungan lebih kuat melalui penerapan NTB dan NTM, seperti industri tekstil, kimia, baja, elektronik, dan otomotif. “Tujuannya agar kita tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar, tetapi juga memperkuat dan memperdalam struktur industri nasional,” imbuhnya.

Febri pun berharap, dukungan lintas kementerian dan lembaga terkait serta dari pelaku industri, untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan nasional dalam upaya menghadapi tantangan global yang semakin kompleks saat ini.

“Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang kuat di antara stakeholders, dan didukung dengan koordinasi yang tepat, kami optimistis kinerja industri bisa bangkit,” tegasnya.

Febri menambahkan, di tengah kondisi pasar kerja yang sedang menghadapi masalah, pemerintah akan lebih fokus memperhatikan perlindungan terhadap industri dalam negeri, terutama dari gempuran impor murah. “Karena melindungi industri dalam negeri, berarti melindungi juga tenaga kerja kita,” jelasnya.

Transparansi Lembaga Pemeringkat

Terkait adanya laporan survei dari Tholos Foundation, yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dalam Indeks Hambatan Perdagangan Internasional atau International Trade Barriers Index 2025, Jubir Kemenperin menegaskan, bahwa lembaga pemeringkat tersebut belum transparan mengenai data dan metodologi penelitiannya.

“Ini mirip sekali lembaga survei abal-abal, yang publish hasil surveinya menjelang pemilu, pilpres, atau pilkada. Seharusnya, lembaga tersebut mem-publish data, sumber data, dan metodologi yang digunakan untuk pemeringkatannya. Kalau berdasarkan WTO, NTB dan NTB Indonesia lebih kecil dibanding dengan negara lain, terutama negara maju dan negara tetangga di ASEAN,” ujarnya.

Febri mengakui, ada beberapa pihak yang ingin Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju, terutama dalam membangun perekonomiannya. Padahal, Indonesia memiliki modal dan potensi yang sangat besar, seperti ketersediaan sumber daya alam, peluang di pasar domestik, dan adanya bonus demografi.

“Modal ini yang perlu kita optimalkan, termasuk dalam upaya kita mengembangkan industri nasional sebagai salah satu sektor penopang utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Hal senada juga sempat disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada acara halal bihalal bersama purnawirawan TNI-Polri di Jakarta, Selasa (6/5). Presiden menyatakan bahwa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadikan negara ini kerap menjadi sasaran gangguan dari pihak asing.

Menurut Kepala Negara, potensi besar itu antara lain nikel, bauksit, dan kelapa sawit yang merupakan sumber kekuatan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia. Kelapa sawit misalnya, kini menjadi komoditas strategis yang banyak diminati berbagai negara, seperti Mesir, Pakistan, India, dan Eropa.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tunduk pada kepentingan asing. “Terkait hal ini, saya sangat setuju yang disampaikan oleh Bapak Presiden, bahwa kita harus juga menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini juga termasuk dalam konteks membangun industri yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Febri.

Bukti nyata komitmen dan keberpihakan pemerintah saat ini kepada industri dalam negeri, salah satunya melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

“Kami dan para pelaku industri dalam negeri sangat mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menandatangani Perpres No. 46 Tahun 2025 dan menerbitkannya. Regulasi ini menjadi angin segar bagi industri di tengah tekanan demand domestik saat ini, terutama bagi industri yang menghasilkan produk yang dibeli oleh pemerintah dan BUMN/BUMD,” ujar Febri. (R2)

Penulis

"Ini Baru Berita"

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangdam I/BB Tutup TMMD ke-125 Kodim 0205/TK, Buka Jalan 600 Meter di Barusjahe

    Pangdam I/BB Tutup TMMD ke-125 Kodim 0205/TK, Buka Jalan 600 Meter di Barusjahe

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 170
    • 0Komentar

    TUTUP: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Rio Firdianto penutupan TMMD ke-125 wilayah Kodim 0205/TK, di Lapangan Mickey Holiday Resort Berastagi, Kamis (21/8/2025).(Foto dok/ist)   KARO (tri3news.com) – Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto resmi menutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 TA 2025 di wilayah Kodim 0205/TK tepatnya di Desa Barusjahe, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, […]

  • Bupati Karo Tandatangani Keputusan Bersama Ranperda RPJMD 2025–2029

    Bupati Karo Tandatangani Keputusan Bersama Ranperda RPJMD 2025–2029

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 226
    • 0Komentar

    KARO (tri3news.com) – Bupati Karo,  Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes. menandatangani keputusan bersama Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karo Tahun 2025–2029 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karo di ruangan Ruangan Rapat Paripurna DPRD Karo, Selasa (8/7/2025). Dalam paripurna itu dibuka […]

  • Libur Lebaran 2026, BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Buka

    Libur Lebaran 2026, BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Buka

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe, dr Christmar Marbun dan jajaran foto bersama insan pers usai paparan jaminan akses pelayanan JKN selama libur lebaran tahun 2026 di kantornya, Senin (9/3).(Foto dok/BPJS) KARO (tri3news.com) – BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe memastikan bahwa seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap bisa mengakses pelayanan, baik layanan administrasi kepesertaan JKN maupun […]

  • Menhut Targetkan Penanaman Mangrove M4CR Seluas 15.387 Hektar di 4 Provinsi

    Menhut Targetkan Penanaman Mangrove M4CR Seluas 15.387 Hektar di 4 Provinsi

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle online tri3news
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Menhut Raja Juli Antoni didampingi Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian dan lainnya, nanam mangrove, Rabu (10/9/2025). (Foto: Dok/humas) MEDAN (tri3news.com) – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan kick off Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Medan, Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu Menhut menyebut bahwa target rehabilitasi mangrove dengan luasan mencapai 15.387 hektar akan dilakukan […]

  • Polsek Medan Labuhan Ringkus Perampok Sepeda Motor

    Polsek Medan Labuhan Ringkus Perampok Sepeda Motor

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Seorang pria, MD alias Botak tersangka pelaku perampokan sepeda motor pedagang sayur, diringkus petugas Polsek Medan Labuhan, Senin (23/2//2026).(Foto dok/Polsek Medan Labuhan) BELAWAN (tri3news.com) – Seorang pria, MD alias Botak (17) warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, terduga pelaku perampokan sepeda motor milik pedagang sayur, Hanafi (28) warga Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, […]

  • Bupati Humbahas Sambut Kunjungan Kerja Kasum TNI Tinjau Pascabencana

    Bupati Humbahas Sambut Kunjungan Kerja Kasum TNI Tinjau Pascabencana

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle online tri3news
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Kasum TNI Letjen TNI Richard TH Tampubolon beserta rombongan didampingi Bupati Humbahas Dr Oloan P Nababan meninjau jembatan penghubung Desa Desa Sampetua menuju Desa Batu Nagodang Siatas, Rabu (28/1/2026). (Foto Dok/Dinas Kominfo) HUMBAHAS (tri3news.com) – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr Oloan Paniaran Nababan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kunjungan kerja Kepala Staf Umum […]

expand_less