Lewati ke konten
Friday, 30 October 2026
DAERAHBerita terbaru

Perkuat Fiskal Daerah Tanpa Naikkan Pajak, Rico Waas Pamerkan Inovasi Qresto

Wali Kota Medan Rico Waas mendorong penguatan fiskal daerah melalui digitalisasi dan inovasi Qresto tanpa menaikkan pajak masyarakat.

Forum Digital Bapenda Kota Se-Indonesia membahas inovasi digital untuk penguatan fiskal daerah.
Forum Digital Bapenda Kota Se-Indonesia membahas penguatan fiskal daerah melalui digitalisasi di Medan, Kamis (29/10/2026). Foto: Dok. Pemko Medan.
BagikanFacebookWhatsAppX

MEDAN (tri3news.com) – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong pemerintah daerah memperkuat fiskal tanpa terburu-buru menaikkan pajak masyarakat.

Menurut Rico, langkah yang perlu dilakukan adalah menutup celah kebocoran pendapatan melalui digitalisasi. Hal itu disampaikannya saat membuka Forum Digital Bapenda Kota Se-Indonesia di Hotel Grand City, Kamis (29/10/2026).

https://tri3news.com/wp-content/uploads/2026/10/forum-digital-bapenda-qresto-medan-panel-atas.jpg_CAPTION
https://tri3news.com/wp-content/uploads/2026/10/forum-digital-bapenda-qresto-medan-panel-bawah.jpg_CAPTION

Tutup Celah Kebocoran Pendapatan

Forum tersebut dihadiri kepala Badan Pendapatan Daerah dari berbagai daerah di Indonesia dan membahas penguatan fiskal melalui transformasi digital, khususnya untuk menekan kebocoran Pendapatan Asli Daerah.

Rico mengatakan Pemko Medan tidak berencana menaikkan tarif pajak daerah. Pemerintah, kata dia, lebih fokus memeriksa titik kebocoran, salah satunya pada Pajak Barang dan Jasa Tertentu makanan dan minuman.

Ia mencontohkan sebuah restoran yang setiap bulan hanya menyetorkan pajak sekitar Rp17 juta. Setelah dilakukan pengawasan langsung selama sepekan, omzet riil restoran tersebut ternyata memiliki potensi setoran pajak hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Qresto Pisahkan Pajak secara Real Time

Sebagai solusi, Pemko Medan berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank Sumut mengembangkan Qresto atau Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization.

Melalui sistem ini, bagian pajak dari transaksi konsumen langsung dipisahkan secara real time ketika pembayaran dilakukan. Dana tersebut kemudian masuk ke Rekening Kas Umum Daerah.

Rico berharap inovasi tersebut dapat membantu kota-kota di Indonesia memperkuat kemandirian fiskal tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan pajak.

Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian mengatakan forum itu juga diarahkan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. (R1)

Redaksi: T Sinulaki

Exit mobile version