KARO (tri3news.com) – Ratusan hektare areal pertanian di Paya Lahlah, Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, Kabupaten Karo, terendam banjir setelah hujan berintensitas tinggi selama sepekan.
Petugas Pengamat Hama dan Penyakit Kecamatan Mardingding, Salmon Nainggolan, membenarkan tanaman padi di kawasan tersebut mulai terendam sejak Minggu (25/10/2026).
Luas Sawah Terdampak Mencapai 643 Hektare
Melalui Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Mardingding-Lau Baleng Ernwati Br Ginting, Salmon menjelaskan luas areal terdampak pada Selasa (27/10/2026) mencapai 191 hektare di Kecamatan Lau Baleng dan 475 hektare di Kecamatan Mardingding.
Setelah hujan kembali turun pada Rabu (28/10/2026), luas areal terdampak di Kecamatan Mardingding bertambah menjadi 643 hektare. Rinciannya, 300 hektare berada di Desa Lau Solu, 200 hektare di Desa Lau Mulgap, dan 143 hektare di Desa Tanjung Pamah. Sementara di Kecamatan Lau Baleng, banjir merendam 191 hektare sawah di Desa Batu Rongkam.
“Apabila banjir terus merendam tanaman padi sampai sepekan ke depan, dikhawatirkan akan puso,†ungkap Salmon.
Tanggul Irigasi Pecah
Warga Desa Lau Solu, Ramlah Sembiring, mengatakan genangan semakin meluas setelah hujan deras. Tanaman padi yang rata-rata berusia 30 hingga 40 hari dikhawatirkan terserang hama keong mas.
Banjir juga merendam areal persawahan di Lau Rambong, Desa Perbulan, Kecamatan Lau Baleng. Ketinggian air di kawasan itu mencapai 70 hingga 100 sentimeter dan membuat tanaman pada fase persemaian dipastikan gagal tanam.
Tanggul irigasi Parit Lau Rambong juga pecah sepanjang sekitar 10 meter. Aliran air kemudian beralih ke pematang sawah dan menyebabkan kerusakan. (R1)



