MEDAN (tri3news.com) – Pemerintah Kota Medan memperkuat integrasi data pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan untuk mendukung target penyediaan 50.000 lapangan kerja.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan langkah itu penting agar masyarakat memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi, sementara perusahaan lebih mudah menemukan tenaga kerja yang dibutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Rico saat membuka Seminar Hasil Kajian Strategis Penyediaan 50.000 Lapangan Kerja dan Kebutuhan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Medan Tahun 2026 di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (28/10/2026).
Data Pencari Kerja Perlu Disatukan
Rico menegaskan pencapaian target lapangan kerja tidak cukup hanya dengan mendorong investasi dan membuka lowongan. Pemerintah perlu mengetahui jumlah pencari kerja, keterampilan yang dimiliki, serta kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Ia menyebut tingkat pengangguran terbuka Kota Medan turun dari 8,13 persen menjadi 7,99 persen pada 2025. Namun, angka tersebut perlu diikuti pemetaan yang lebih terperinci, termasuk jumlah lulusan baru yang belum bekerja dan lowongan yang tersedia.
“Data dari universitas, pemerintah, dan perusahaan perlu kita satukan agar proses pencocokan tenaga kerja berjalan dengan baik,†tegas Rico.
Siapkan Pelatihan Sesuai Kebutuhan Industri
Integrasi data diharapkan mencakup perusahaan besar, UMKM, restoran, dan hotel. Pemko Medan juga merencanakan pengembangan BLK dengan program pelatihan yang disesuaikan kebutuhan industri.
Kepala BRIDA Kota Medan Benny Iskandar menyampaikan kajian tersebut melibatkan tenaga ahli dan bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara. Hasil kajian akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan, pembentukan BLK, serta peta jalan penciptaan lapangan kerja periode 2026–2029. (R1)
