Warga Geram, Ruas Jalan Nasional Medan – Kuta Cane Rusak di Km 157 Karo
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 79
- comment 0 komentar

Indra Sembiring geram atas lambatnya penanganan pihak terkait dengan kondisi jalan berlubang tergenang air di ruas jalan Medan -Kuta Cane tepatnya di Desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng, Karo, Selasa (6/1/2026). (Foto tri3news.com/Ropo)
KARO (tri3news.com) – Jalan nasional jurusan Medan – Kuta Cane di Km 157 rusak, tepatnya di Desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo. Warga geram, lambatnya penanganan ruas jalan yang berlubang dan tergenang air. Akibatnya sangat mengancam keselamatan pengguna jalan.
Menurut Indra Sinulaki (70) warga Desa Perbulan kepada wartawan, Selasa (6/1/2026) mengatakan bahwa ruas jalan tersebut pada akhir November 2025 lalu dilakukan pemeliharaan ruas jalan yang rusak. Namun setelah dihotmix, pada ujung jalan yang diperbaiki muncul retakan, dan saat hujan turun terjadi genangan air seluas 2 meter.
“Sekarang kondisi jalan sulit dilalui kenderaan bermotor. kerusakan pada permukaan jalan bisa membahayakan pengendara dan menghambat aktivitas,” ujarnya.
Menurutnya, apa bila hala ini tidak segera diatasi, kemungkinan kondisinya akan semakin parah disebabkan air meresap ke bawah lapisan aspal dan akan diperparah lagi dengan beban lalu lintas.
Menurut warga setempat yang dimintai tanggapannya terkait kerusakan jalan tersebut, mereka berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan.
“Apa lagi, saat ini masih dalam situasi arus balik libur Tahun Baru. Secara khusus kenderaan yang melintas pada malam hari, sangat berisiko kecelakaan tunggal atau tabrakan beruntun terutama saat hujan turun,” ungkap Indra.
Informasi yang dihimpun di lapangan mengatakan, bahwa beberapa bulan lalu dilakukan pemeliharaan, dengan hotmix pada bagian ruas jalan yang rusak atau berlubang. Dan pemeliharaan dilakukan dengan pengopekan aspal lalu ditambal hotmix.
“Sementara pada lapisan aspal yang mengalami retak- retak dibiarkan. Akhirnya permukaan jalan terus bergelembung akibat beban kenderaan yang melintas memperparah kerusakan jalan,”pungkas Sembiring. (R2)



Saat ini belum ada komentar