Polres Simalungun Tangkap Bandar Narkoba
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar

Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun mengamankan seorang pria diduga bandar narkoba, Minggu (1/3/2026). (Foto: Dok/Polres)
SIMALUNGUN (tri3news.com) – Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun menggerebek satu kamar kos-kosan di Jalan Guru Jason Saragih, Desa Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Seorang pria diduga bandar narkoba diamankan.
“Satu pelaku diamankan beserta puluhan plastik klip sabu siap edar,” kata Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, Minggu (1/3/2026).
Saat penggerebekan pada dini hari, katanya, seorang pria berinisial K (45) sedang menunggu pembeli narkotika jenis sabu. Proses penangkapan K tanpa perlawanan.
Petugas juga menemukan 54 plastik klip berisi sabu, terdiri dari 48 plastik klip kecil dan 6 plastik klip sedang, dengan total berat brutto mencapai 10,77 gram.
Selain itu, diamankan timbangan elektrik, kaca pirex, alat hisap sabu dari botol plastik, buku catatan, hingga satu unit handphone merek Realme berwarna biru yang diduga digunakan untuk komunikasi transaksi narkoba.
Menurut Verry, penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di kawasan kos tersebut. Petugas kemudian melakukan penyelidikan. Tersangka ditangkap saat menunggu calon pembeli.
Saat diinterogasi, K mengakui bahwa seluruh barang bukti narkoba tersebut adalah miliknya. Sabu diperolehnya dari seseorang yang dikenalnya dengan panggilan Prima warga Medan yang menjadi pemasok barang haram tersebut.
“Pelaku mengakui bahwa sabu tersebut miliknya dan diperoleh dari seseorang berinisial ‘Prima’ asal Medan. Ini menjadi petunjuk penting bagi kami untuk mengembangkan penyelidikan lebih lanjut ke jaringan yang lebih besar,” ungkap Verry.
Pengembangan kasus tersebut dilakukan terus untuk memburu sosok “Prima” yang diduga menjadi pemasok sabu dari Medan. Polres Simalungun menunjukkan komitmen untuk memberantas peredaran narkoba tanpa kompromi.
“Kami tidak akan berhenti. Selama masih ada peredaran narkoba di wilayah Simalungun, kami akan terus bergerak. Masyarakat adalah mata dan telinga kami. Informasi dari warga sangat berharga dalam upaya pemberantasan narkoba,” ujarnya. (R1)



Saat ini belum ada komentar