Petani Bawang Karo dan Mahasiswa Desak Pemprov Sumut Tertibkan Impor Ilegal
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar

Kepala Dinas ESDM Sumut melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag ESDM Sumut, Charles TH Situmorang menerima pengunjuk rasa petani dan mahasiswa di depan kantor Gubsu Medan, Selasa (31/3/2026). (Foto:Dok/Ist)
MEDAN (tri3news.com) – Puluhan mahasiswa bersama petani bawang merah asal Tanah Karo menggelar aksi damai membawa bawang di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (31/3/2026).
Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah provinsi untuk segera mengambil langkah tegas terhadap maraknya peredaran bawang merah impor ilegal yang dinilai merugikan petani lokal.
Dalam orasinya, massa menuntut dilakukannya penertiban menyeluruh terhadap distribusi bawang impor ilegal di seluruh wilayah Sumut. Mereka meminta adanya operasi terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait guna memastikan praktik ilegal tersebut tidak lagi merusak stabilitas pasar.
Selain itu, para demonstran juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan di balik impor ilegal. Mereka menekankan pentingnya membongkar aktor intelektual dan tidak hanya menindak pelaku di lapangan, yang diduga menjadi bagian dari praktik mafia pangan.
Tak hanya itu, massa turut meminta Gubernur Sumut mengevaluasi kinerja pejabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta ESDM Sumut. Mereka menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu penyebab maraknya peredaran bawang ilegal di tengah masyarakat.
Evaluasi juga diminta terhadap kinerja Satgas Pangan dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang dinilai belum maksimal dalam melakukan pencegahan dan penindakan. Massa mendorong peningkatan kinerja yang lebih transparan dan akuntabel dari lembaga-lembaga tersebut.
Menanggapi tuntutan itu, Kepala Dinas ESDM Sumut melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag ESDM Sumut, Charles TH Situmorang, menyatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan. Ia juga menegaskan komitmen untuk menindak dan menertibkan peredaran bawang impor ilegal di Sumatera Utara.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan aksi serupa ke gedung DPRD Sumut. (R1)



Saat ini belum ada komentar