Pemko Medan Dorong Pembenahan dan Penguatan Rumah Potong Hewan
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat paparan rencana kerja Direksi PUD Rumah Potong Hewan di ruang rapat I, Balai Kota, Rabu (25/2/26)(Foto: Dok/ Diskominfo Pemko Medan)
MEDAN (tri3news.com) – Pemko Medan mendorong pembenahan menyeluruh terhadap Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai salah satu Perusahaan Umum Daerah (PUD) di bawah naungan Pemko Medan. Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan potensi aset besar yang dimiliki RPH sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan usaha agar lebih profesional dan berdaya saing.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat paparan rencana kerja Direksi PUD Rumah Potong Hewan di ruang rapat I, Balai Kota, Rabu (25/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut hadir Segenap Pimpinan Perangkat Daerah diantaranya Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Kepala Inspektorat Erfin Fahrurrazi, Kasat Pol PP Muhammad Yunus, Kabag Perekonomian, Reza Hanafi dan Dirut PUD RPH Irwansyah Gultom serta jajaran Direksi lainnya.
Dikatakan Rico Waas, RPH memiliki aset strategis berupa lahan seluas sekitar 5,2 hektare di Kota Medan. Namun, dari sisi pendapatan, kinerja perusahaan dinilai belum sebanding dengan besarnya aset yang dimiliki.
“Dengan aset seluas itu di tengah kota, seharusnya memiliki potensi usaha yang luar biasa. Karena itu perlu dilakukan pembenahan serius, terutama dalam sistem pengelolaan keuangan dan manajerial,” jelasnya.
Rico Waas menekankan pentingnya audit internal serta penataan sistem keuangan, khususnya pengelolaan arus kas yang lebih transparan dan terukur. Profesionalisme manajemen dinilai menjadi kunci untuk membangun kembali kinerja perusahaan.
“Selain pembenahan manajemen, efisiensi operasional juga menjadi perhatian, termasuk evaluasi terhadap biaya air dan listrik. Pemerintah meminta dilakukan kajian teknis terhadap penggunaan mesin boiler dan sistem pemanasan untuk mencari kemungkinan teknologi yang lebih hemat energi tanpa mengurangi efektivitas operasional”, ujar Rico Waas. (R3)



Saat ini belum ada komentar