Pantau Pasar Jelang Idulfitri, Wali Kota Medan Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
- calendar_month Sel, 17 Mar 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar

Jelang hari raya Idulfitri 1447H, Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas bergerak cepat melakukan Sidak terhadap sejumlah pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar utama di Kota Medan, Senin (16/3/2026). (Foto Dok/Humas)
MEDAN (tri3news.com) – Jelang hari raya Idulfitri 1447H, Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas bergerak cepat meninjau langsung pasar guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar utama di Kota Medan, Senin (16/3/2026).
Dalam peninjauan itu, Rico Waas didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy B Hutabarat, Dirut PUD Pasar Kota Medan Anggia Ramadhan beserta para pimpinan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.
Pasar tradisional Petisah menjadi pasar pertama yang dikunjungi Rico Waas bersama rombongan. Ia mendatangi langsung lapak-lapak pedagang yang menjual berbagai komoditas sayuran, daging ayam, daging sapi, beras dan juga telur. Rico Waas sempat berbincang dengan para pedagang untuk mengetahui langsung harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang dijual. Dimana rata-rata harga kebutuhan pokok relatif masih stabil.
Setelah pasar Petisah, Rico juga meninjau Pasar Sei Sikambing dan Supermarket Berastagi yang ada di Jalan Gatot Subroto. Dari hasil peninjauan itu, Rico Waas mengatakan kondisi harga beberapa bahan kebutuhan pokok masih cukup terjaga dengan baik. Bahkan harga daging sapi lebih murah dibandingkan tahun lalu.
“Tadi menurut rekan-rekan para pedagang ada penurunan harga seperti daging ayam. Sedangkan untuk daging sapi harganya stabil di harga Rp.135.000 bahkan lebih baik dibanding tahun lalu. Tahun lalu masih di angka Rp.150.000 – Rp155.000,” ujarnya.
Sementara itu, harga kebutuhan pokok yang terpantau sedikit mengalami lonjakan harga ialah cabai merah. namun Rico Waas menegaskan harganya masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Rico Waas juga menghimbau kepada masyarakat Medan untuk tidak melakukan panic buying. Ia menjamin bahwa berdasarkan laporan di lapangan, pasokan pangan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Idulfitri.
Pemko Medan juga bekerja sama dengan BI menghadirkan program stimulus untuk meringankan beban masyarakat sekaligus menyosialisasikan pembayaran digital menggunakan QRIS.
Kepala Perwakilan BU Sumut Rudy B Hutabarat menjelaskan masyarakat dapat membeli 1 kg daging sapi dan 1 kg daging ayam ditambah menggunakan QRIS Rp. 1 maka akan mendapatkan bonus.
“Kalau daging sapi dapat bonus karkasnya sekitar sekilo juga, lalu kalau ayam, beli 1 kilo dapat telur 10 butir. Ini lumayan juga, tadi cukup banyak pembeliannya,” sebutnya.
Menyikapi kenaikan harga cabai merah dipasaran, Dirut PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan menjelaskan salah satu strategi yang akan dilakukan adalah dengan membangun jalur komunikasi yang kuat antara pedagang pasar dengan pihak distributor. Hal ini bertujuan agar rantai pasok tetap lancar dan harga di tingkat pedagang tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Pak Wali Kota ingin agar pedagang tidak langsung memaksimalkan harga ke batas HET. Jika masih bisa dijual di harga menengah, misalnya Rp35.000 atau Rp36.000, itu lebih baik supaya daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya. (R1)



Saat ini belum ada komentar