Menteri Intelijen Iran Tewas Serangan Israel
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar

Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib.Ia tewas akibat serangan Israel pada Selasa (17/3/2026) malam. (Foto/Dok/Ist)
JAKARTA (tri3news.com) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkonfirmasi tewasnya Menteri Intelijen Esmaeil Khatib, Rabu (18/3/2026) malam.
Esmail Khatib tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel pada Selasa (17/3/2026) malam.
Pezeshkian menyampaikan kabar tewasnya Esmaeil Khatib , beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengklaim kematian Khatib.
Ia menyebut bila pembunuhan terhadap Esmaeil Khatib sebagai tindakan pengecut.
Pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan saya yang terkasih,” ujar Pezeshkian dalam unggahannya di akun X (Twitter) dilansir dari Aljazeera.com.
Meskipun didera duka atas meninggalnya tiga petinggi Iran yakni Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, Komandan Basij Mayor Jenderal Gholam Reza Soleimani, dan Esmael Khatib, tetapi pihak Teheran akan tetap berjuang melancarkan serangan lebih kuat terhadap Israel dan sekutunya.
“Perjalanan mereka akan berlanjut lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengklaim Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib tewas dalam serangan udara yang dilakukan militer Israel di Teheran pada Selasa (17/3/2026) malam.
Dengan kabar tewasnya, Esmaeil Khatib, menambah daftar panjang pemimpin Iran yang gugur akibat serangan Israel.
Kabar kematian Esmaeil Khatib hanya berselang kurang dari 24 jam, setelah tewasnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani dan Komandan Basij Mayor Jenderal Gholam Reza Soleimani.
Katz pun menyerukan agar militer Israel bersiap menghadapi kejutan dan melanjutkan perang.
“Perang ini akan berlanjut di kedua front–front yang menargetkan Iran dan front lainnya yang menargetkan Hizbullah,” ujar Katz dilansir dari Aljazeera, Rabu (18/3/2026).
Katz mengklaim pihaknya telah mencapai kesuksesan besar dalam perang melawan Iran.
Israel telah mencapai kesuksesan besar dalam membunuh menteri intelijen Iran, serupa dengan apa yang diumumkan terkait pembunuhan Ali Larijani, di samping menargetkan komandan pasukan Basij, Gholam Reza Soleimani,” ucapnya.
Hal senada pun diungkap mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.
Lieberman menyerukan kelanjutan serangan militer terhadap Iran.
“Selama kita memiliki kemampuan, kita tidak boleh mengendurkan tekanan. Mari kita lakukan itu, dan kita harus terus menyerang Iran sampai rezimnya digulingkan, karena siapa pun yang tersisa akan membalas dendam kepada kita,” ucap Lieberman. (R1)



Saat ini belum ada komentar