Longsor di Adiankoting dan Parmonangan, 2 Tewas dan 29 Orang Hilang
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- visibility 18
- comment 0 komentar

Tim Dinas PUTR, BPBD Taput, Basarnas, personel kepolisian dan TNI sedang melakukan pembersihan tumpukan tanah longsor di Desa Simarsalaon Kecamatan Parmonangan. (Foto Dok :Humas Polres Taput).
TAPUT (tri3news.com) – Peristiwa bencana longsor yang terjadi di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) menewaskan 2 orang warga akibat tertimbun tanah longsor.
Kapolres Taput melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Baringbing kepada pers Kamis (27/11/2025) menjelaskan, kedua korban yang meninggal yaitu, Bangun Sitompul (53) dan Rey Bastian Sitompul (1).
“Selain korban yang meninggal, ada 17 orang dinyatakan hilang dan sampai saat ini belum ditemukan,” jelasnya.
Kasi Humas menerangkan, di Desa Sibalanga Kecamatan Adiankoting ada 3 lokasi titik peristiwa kejadian longsor.
“Peristiwa longsor yang pertama ada 9 orang korban hilang yakni, Nerla Simanjuntak (52), Sumiati (52), Nur (40), Ayu (35), Amel (10), Nenek (60), Joksan Hutabarat (55), Tiomina Simamora (54) dan Indri Laura Hutabarat (14),” terangnya.
Kemudian korban yang hilang di lokasi longsor yang kedua, Kasi Humas menjelaskan, ada 3 korban yang hilang di lokasi longsor yang kedua. Ketiga korban tersebut sebagai berikut yakni, Seri Hutagalung (60), Jones Sitompul(32) dan anak bayi berusia 6 bulan.
“Untuk kejadian longsor yang ketiga ada 5 orang korban hilang. Kelima korban tersebut yakni, Gusmeri, Erni Sere Panggabean, Yola dan Arkana Prasaja,” jelasnya.
Kasi Humas mengatakan, saat ini tim dari kepolisian sedang menuju ke Desa Sibalanga untuk melakukan evakuasi. Situasi medan menuju ke lokasi saat ini sangat sulit karena di perlintasan Jalinsum Adiankoting menuju Sibolga banyak titik lokasi kejadian longsor.
Sedangkan untuk kejadian peristiwa longsor di Kecamatan Parmonangan ada 12 orang korban yang hilang dan belum ditemukan.
Ia menjelaskan, ada dua lokasi kejadian longsor di Kecamatan Parmonangan dan 12 orang korban yang hilang.
“Kejadian longsor yang pertama berlokasi di Dusun Simarsalaon Desa Pertengahan. Dalam peristiwa itu ada 7 orang korban yang hilang yakni, Bungkirno (30) bersama istrinya berusia (28) dan 3 orang anaknya berusia 5 tahun, berusia 3 tahun dan berusia 1,5 tahun, Santiur Marbun (60) dan Marni Simanullang,” jelasnya.
Lebih lanjut Kasi Humas mengatakan, untuk kejadian longsor kedua berlokasi di Desa Hutatua Kecamatan Parmonangan.
“Di lokasi longsor Desa Hutatua itu ada 5 orang korban hilang yang merupakan karyawan PLTMH PT Tamaris. Kelima korban yakni, Wilviton Hutasoit (30), Gedeon Manalu (25), Sahat Manalu (40), Togu Manalu (26) dan Farida (40),” terangnya.
Kasi Humas menjelaskan, untuk kejadian longsor di Kecamatan Parmonangan, petugas dari tim Dinas PUTR dan BPBD Taput bersama Basarnas dan petugas kepolisian dan TNI juga sedang melakukan pembersihan tumpukan longsor di jalan umum Parmonangan untuk melakukan evakuasi para korban yang hilang.
“Alat berat juga sudah diturunkan ke lokasi longsor tersebut untuk melakukan pembersihan tumpukan longsor dari badan jalan supaya akses jalan bisa lancar menuju ke lokasi longsor,” pungkasnya. (R1)


Saat ini belum ada komentar