Gubsu Tinjau Huntara dan Huntap Tapteng, Siap Dihuni Jelang Idulfitri
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar

Wabup Tapteng Mahmud Efendi (kanan) mendampingi Gubsu Bobby Nasution meninjau Huntap Pinangsori, Minggu (25/2/2026). (Foto: Diskominfo Tapteng)
TAPTENG (tri3news.com) – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Afif Nasution meninjau langsung percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) didampingi Wakil Bupati (wabup) Tapanuli Tengah (Tapteng) Mahmud Effendi, Minggu (1/3/2025).
Wabup Tapteng Mahmud Effendi menginformasikan bahwa sebagian besar warga yang menempati Hunian Sementara berasal dari Desa Pagaran Honas dan Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri. Mereka merupakan warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat bahkan hilang akibat bencana.
“Saya berharap warga tetap sabar menunggu hunian tetap ini selesai sehingga nantinya dapat segera pindah ke tempat tinggal yang baru,” ujar Mahmud.
Wabup juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah menyediakan kendaraan bagi warga pengungsi sebagai sarana transportasi dari Asrama Haji Pinangsori menuju Desa Lubuk Ampolu dan Desa Pagaran Honas, terutama bagi warga yang ingin melihat kebun atau menjalankan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Dalam peninjauan tersebut, Gubsu Bobby melihat langsung perkembangan pembangunan rumah yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana, memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target.
“Kami (pemerintah) ingin masyarakat dapat segera menempati rumah yang telah disiapkan,” tegasnya.
Menurut penilaian Gubsu, hingga saat ini terdapat sekitar 50 unit hunian yang progres pembangunannya telah mencapai 65-70 persen.
“Targetnya selesai sebelum hari raya IdulFitri, yang sudah siap akan langsung kita masukkan penghuninya,” kata Bobby Nasution serta memberikan bantuan uang tunai ke penyintas untuk keperluan berbuka puasa.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Abu Lim, menyampaikan bahwa pembangunan huntap terus dikebut. Total hunian tetap yang dibangun di Tapanuli Tengah sebanyak 118 unit.
Dikatakan Abu Lim, pembangunan Hunian Tetap sebelumnya ditargetkan selesai dalam waktu empat bulan. Namun atas arahan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, proses pembangunan diupayakan dapat selesai lebih cepat.
“Hunian Tetap tersebut dibangun dengan ukuran 6 x 6 meter persegi dan diperuntukkan bagi warga terdampak bencana agar dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” pungkasnya.
Turut hadir mewakili Forkopimda Tapteng, Forkopimka, mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi. (R1)



Saat ini belum ada komentar