Curah Hujan Tinggi, Sumber Air Perumda Mual Nauli Rusak di Tapteng
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025
- visibility 42
- comment 0 komentar

Petugas PDAM Mual Nauli memperbaiki pipa air yang rusak di Batara Sipan, Sarudik, Rabu (19/11/2025). (Foto: dok. Perumda Mual Nauli).
TAPTENG (tri3news.com) – Direktur Perumda Mual Nauli, Masril Tua Rambe menginformasikan, sejumlah sumber air dan eksisting perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Mual Nauli, rusak akibat curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Tapanuli Tengah selama beberapa hari terakhir.
Ia menjelaskan, adapun daerah pelayanan yang mengalami gangguan adalah sumber Simaralim-alim Kolang, sumber Sipan dan Aek bulu Godang Sarudik, sumber Aek Bungus, Sipan Sihaporas, Batu Mardinding, Aek Nasangap Pandan, sumber Aek Goring-goring Badiri, sumber Aek Simanapalu Sosorgadong dan sumber Aek Porda Pinangsori.
“Untuk mengetas gangguan sumber air tersebut, kami telah melakukan langkah -langkah, membersihkan sumber-sumber air yang terdampak, melakukan perbaikan eksisting perpipaan yang rusak,” ucap Masril dalam siaran persnya, Kamis (20/11/2025).
Dalam upaya yang dilakukan, kini, sejumlah pelayanan sudah mulai normal dan tetap dimonitoring hingga malam,
khusus untuk sumber Aek Sipilit belum dapat diselesaikan karena pegunungan di hulu sumber ada longsor.
“Air sungai masih keruh bercampur material tanah gunung, mengakibatkan pendistribusian air ke pelayanan yang berasal dari sumber tersebut kami hentikan sementara waktu,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Masril, beberapa daerah pelayanan yang terdampak seperti Jl. Feisal Tanjung, Perum Jaya Green Pasar Baru, Perum Jaya Green Abadi, Jl.ST. Z.Tampubolon, Perum Natio, Perum Debora, Perum Dewantara, Perum Tolang Elok Permai,Perum Aek Tolang Permai, Perum Citra Hijau Lestari, Kantor PLN dan Perumahan PLN, Gang Nelayan dan Wajib Senyum Kalangan, Perum Segar Asri, Kelurahan Tukka dan Hutanabolon.
Untuk memenuhi kebutuhan cair bersih kepada pelanggan, Mual Nauli melayani kebutuhan air ke pelanggan dengan mensuplai air menggunakan mobil tangki.
“Dua unit mobil tangki dikerahkan sejak pagi sampai malam,” ungkapnya.
Kemudian, kata Dirut Perumda Mual Nauli, pembersihan material di sumber Tukka belum dapat lakukan disebabkan arus sungai masih besar. (R1)


Saat ini belum ada komentar