Cuaca Sumut Mulai Stabil, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Rob 1-9 Desember
- calendar_month Sab, 29 Nov 2025
- visibility 17
- comment 0 komentar

MEDAN (tri3news.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Kota Medan dan sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dalam tiga hari ke depan berada dalam kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat, meski intensitasnya mulai menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.
BBMKG Wilayah I Medan Fauziah Fitri Damanik mengatakan cuaca Sumut perlahan membaik, namun masyarakat tetap diminta waspada karena hujan deras masih dapat terjadi secara sporadis.
“Tiga hari ini kondisi cuaca di wilayah Sumut berawan dan masih ada potensi hujan ringan hingga lebat. Tetapi intensitasnya lebih berkurang dibanding kemarin,” katanya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa Siklon Tropis Koto kini tumbuh dan berkembang di Laut Cina Selatan serta bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sehingga dampaknya terhadap Sumut semakin kecil.
Sementara itu, Siklon Tropis Senyar, yang sebelumnya memicu cuaca ekstrem, kini telah melemah menjadi TD Ex-Siklon Tropis Senyar, kehilangan intensitas, dan dinyatakan punah. Lintasannya pun kini menjauhi wilayah Sumut.
Kecepatan angin di Sumut dalam beberapa hari ke depan diperkirakan berada pada kisaran 4-16 km/jam. Sementara suhu udara diprediksi berada pada 15-31°C. BMKG menegaskan bahwa Sumut saat ini berada pada musim hujan, sehingga potensi curah hujan tinggi masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.
BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah lereng, perbukitan, pegunungan, serta bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi longsor, banjir bandang, dan peningkatan debit sungai, terutama ketika hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Pantai Timur, Lereng Timur, Pegunungan, Lereng Barat, Pantai Barat Sumut,” sebutnya.
Di sisi lain, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Sugiyono mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang berlaku 1-9 Desember 2025. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas pasang air laut dan faktor alam lainnya.
Tiga kecamatan yang berpotensi terdampak rob yaitu Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Pasang air laut diperkirakan di atas 2,3 meter, dengan puncak mencapai 2,7 meter, terjadi pada pukul 23.00-04.00 WIB.
Kondisi ini dapat berdampak pada terganggunya transportasi pesisir, aktivitas masyarakat, dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang, mewaspadai banjir dan longsor di daerah rawan, serta bagi masyarakat pesisir, mengantisipasi rob mulai 1 hingga 9 Desember.
Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG untuk langkah antisipasi lebih lanjut. (R1)


Saat ini belum ada komentar