BMKG Rilis Prakiraan Cuaca, Tapanuli Tengah Akan Diterjang Hujan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar

TAPTENG (tri3news.com) – Badan Klimatologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprakirakan terdapat hujan di Provinsi Sumatera Utara seperti Tapanuli Tengah.
“Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah terjadi dalam beberapa hari terakhir di sebagian besar wilayah Sumatera Utara,” rilis BMKG, Senin (16/2/2026).
Selain itu, BMKG juga memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Aceh dan Sulawesi Utara yang berdekatan dengan Sumatera Utara. Prakiraan cuaca ini akan berlaku mulai 16 – 23 Februari 2026.
Badan Klimatologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan imbauan ke masyarakat Sumut khususnya warga Tapteng untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif guna memastikan aktivitas sehari-hari tetap berlangsung aman dan lancar.
Hal itu disebabkan adanya konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Utara akibat adanya Sirkulasi siklonik (eddy) di Perairan Kalimantan dan Samudera Hindia barat Aceh, serta adanya sistem tekanan rendah (Low) di Samudera Hindia Barat daya Pulau Sumatera.
“Terjadi perlambatan dan penumpukan massa udara di wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan data pengamatan, curah hujan kategori lebat-sangat lebat tercatat di pos hujan Teluk Dalam sebesar 365.8 mm, Pos Hujan Hutabalang sebesar 89 mm pada tanggal 11 Februari 2026, Pos hujan Otomatis (ARG) Kota Pinang sebesar 100.2 mm pada tanggal 13 Februari 2026 dan stasiun meteorologi Kuala Namu sebesar 105.8 mm pada tanggal 15 Februari 2026,” tulis BMKG.
Analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi angin di sekitar wilayah pantai barat dan pantai timur Sumatera Utara. Anomali suhu muka laut yang relatif hangat serta kondisi labilitas atmosfer yang cukup kuat turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
“Masyarakat diharapkan senantiasa merujuk pada informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang bersumber dari pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” lanjut BMKG.
Disampaikan, kepala daerah diimbau untuk terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan POLRI setempat dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca. (R1)



Saat ini belum ada komentar