Longsor di Cisarua Bandung Barat, 10 Meninggal Dunia, 89 Orang Lainnya Belum Ditemukan
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

Longsor melanda Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (26/1/2026), sekitar pukul 02.00 WIB. Sebanyak 30 rumah tertimbun longsor di Cisarua, dengan perkiraan jumlah jiwanya 109 jiwa dan 33 KK.(Foto/Dok/Ist)
CISARUA (tri3news.com) – Tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Provinsi Jawa Barat, menambah daftar deretan bencana di Indonesia setahun terakhir.
Belum usai duka masyarakat akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, kini longsor kembali melanda wilayah di Pulau Jawa.
Longsor tepatnya menerjang Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasir kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (26/1/2026), sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolres Cimahi, Jawa Barat, AKBP Niko Adi Putra, mengungkapkan sejauh ini terdapat 10 orang yang menjadi korban bencana longsor di daerah tersebut.
Material tanah yang bercampur air deras dari lereng Gunung Burangrang menerjang pemukiman warga secara mendadak saat sebagian besar penduduk tengah terlelap tidur.
Kurang lebih 24 orang yang sudah berhasil dilakukan evakuasi, kami nanti akan valid kan datanya. Data sampai dengan saat ini di kami, datanya 10 (korban meninggal dunia), 21 selamat, kalau daftar (korban) hilang, data kami ada 89. Tentunya akan kami valid kan datanya,” papar Niko, Sabtu.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengatakan longsor di Cisarua itu diakibatkan karena curah hujan yang tinggi sejak Jumat (23/1/2026) siang hingga Sabtu malam.
“Longsor tanah akibat curah hujan yang tinggi ya dari kemarin siang dan malam hari dan telah terjadi pada jam tadi jam 02.00 Waktu Indonesia Barat,” ungkap Asep, Sabtu. dikutip dari YouTube tvOne.
Selain itu, Asep menyampaikan, sebanyak 30 rumah tertimbun longsor.
“Diperkirakan jumlah jiwanya 109 jiwa dan juga KK-nyaa 33,” katanya.
Asep mengatakan, TNI-Polri juga ikut diterjunkan untuk membantu mencari dan mengevakuasi korban.
“Hari ini kita menurunkan dari TNI, Polri, dan juga BPBD serta lingkungan warga masyarakat untuk mencari korban yang dianggap hilang karena komposisinya rumahnya sudah hampir 30 rumah itu sudah tertimbun secara keseluruhan,” ucapnya.
“Kita terus mencari, cuma lokasi cuaca dan juga lumpur masih basah. Jadi kita dalam posisi masih hanya pencarian di pinggir-pinggir saja belum kita mencari yang lebih lanjut,” sambungnya. (R1)



Saat ini belum ada komentar