Aksi 1.000 Lilin di Tarutung Sebagai Bentuk Doa Korban Bencana Alam
- calendar_month Sen, 15 Des 2025
- visibility 44
- comment 0 komentar

Ribuan lilin menerangi halaman Gedung Sopo Partungkoan dalam aksi simbolik doa bersama untuk korban bencana alam di Kabupaten Taput, Minggu (14/12/2025). (Foto:Dok/Ist).
TAPUT (tri3news.com) – Ribuan lilin menerangi malam Tarutung, Minggu (14/12/2025) menjadi simbol harapan dan doa bagi korban bencana alam yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat memimpin aksi simbolik penyalaan 1.000 lilin di depan Gedung Sopo Partungkoan, Jalan Sisingamangaraja. Ia hadir bersama istri Neny Angelina JTP Hutabarat, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan dan istri Lisa Deni P Lumbantoruan.
Kegiatan diawali dengan ibadah dan doa bersama yang dipimpin Pendeta Mita Purba. Suasana khidmat menyelimuti halaman gedung saat ratusan warga, pelajar, mahasiswa, dan aparatur sipil negara berkumpul dalam hening.
“Semoga saudara-saudara kita yang mengalami bencana alam dapat kuat dalam menghadapi cobaan ini dan doa kita agar segera berlalu,” ujar Jonius dalam sambutannya.
Bupati menjelaskan, penyalaan lilin bukan sekadar ritual. Cahaya lilin melambangkan penerang di tengah kegelapan dan menjadi simbol kekuatan bagi masyarakat yang sedang berduka.
“Penyalaan lilin ini sebagai lambang penerang dan simbol kekuatan bagi masyarakat dan pemerintah, serta mengenang arwah para korban bencana,” katanya.
Momentum ini juga bertepatan dengan persiapan perayaan Natal. Jonius berharap, damai dan sukacita tidak hanya hadir di Taput, tetapi juga di seluruh daerah yang terdampak bencana.
“Momentum penyalaan pohon Natal ini juga untuk menyambut Natal, semoga damai dan sukacita hadir di Tapanuli Utara serta daerah lainnya,” tambahnya.
Setelah sambutan, Bupati dan jajaran memimpin penyalaan pohon Natal secara serentak. Tepuk tangan hadirin mengiringi momen haru tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon, Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Taput.
Acara berlangsung hikmat dengan iringan lagu-lagu Natal dan rohani yang dibawakan Paduan Suara dan Tim Musik Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung. Alunan musik menambah kehangatan malam penuh makna tersebut.
Ribuan lilin yang menyala serentak menjadi pemandangan mengharukan. Di tengah kesedihan akibat bencana, harapan akan hari yang lebih baik tetap dipantik melalui doa dan solidaritas bersama (R1)



Saat ini belum ada komentar