Tersesat Ikuti Google Maps, Polisi Jemput Pemudik di Pemalang yang Nyaris Terjebak di Hutan
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar

Petugas kepolisian saat turun menjemput pemudik yang nyaris terjebak di kawasan hutan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026) malam.(Foto: Dok/Polres)
PEMALANG (tri3news.com) – Perjalanan mudik yang seharusnya lancar berubah mencekam bagi Arif Irawan (37) dan keluarganya, setelah tersesat hingga masuk ke kawasan hutan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Peristiwa itu terjadi saat Arif bersama istri dan anaknya menempuh perjalanan dari Banyumas menuju Pekalongan, Minggu (22/3/2026) malam. Awalnya perjalanan berlangsung normal, hingga ia mengikuti rute alternatif yang direkomendasikan aplikasi Google Maps melalui Desa Pabuaran.
Setelah sempat berhenti untuk beristirahat dan menunaikan salat Maghrib, perjalanan dilanjutkan. Namun kondisi jalan perlahan berubah menjadi sempit, gelap, dan sepi.
Situasi kian mencekam saat mereka memasuki kawasan hutan dan perbukitan di Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh.
Merasa tidak aman, Arif mencoba berbalik arah. Namun hujan yang tiba-tiba turun membuat jalan tanah menjadi licin dan berlumpur.
Sepeda motor yang dikendarainya beberapa kali tergelincir, sementara kondisi gelap tanpa penerangan memperburuk situasi.
Dalam keadaan terdesak, Arif menghubungi layanan darurat 110. Laporan tersebut langsung direspons operator Polres Pemalang yang kemudian berkoordinasi dengan Polsek Bodeh.
Petugas kepolisian bergerak cepat menyusuri medan sulit berupa jalan berlumpur dan hutan gelap hingga akhirnya menemukan Arif dan keluarganya dalam kondisi selamat. Mereka kemudian dievakuasi ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat.
Polisi bersama warga juga kembali ke lokasi untuk mengevakuasi sepeda motor yang tertinggal. Meski menghadapi medan berat, kendaraan berhasil dikeluarkan. Setelah situasi dinyatakan aman, Arif dan keluarganya bahkan diantar hingga tiba di rumah tujuan mereka di Desa Sidomulyo, Pekalongan.
Arif mengaku bersyukur atas pertolongan yang diterima. “Kalau bukan karena bantuan polisi, mungkin tidak ada lagi yang menolong kami,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026 Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, mengimbau para pemudik untuk tetap menggunakan jalur resmi dan aman.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur rute alternatif yang belum terjamin keamanannya, terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. (R1)



Saat ini belum ada komentar