BGN Hentikan Sementara SPPG Sidikalang
- calendar_month Ming, 15 Feb 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar

Foto: Hamid Rijal Lubis. (Foto:Dok/Ist)
MEDAN (tri3news.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang yang selama ini menyuplai program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dua sekolah di Kabupaten Dairi.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif guna memastikan keamanan pangan serta mencegah kejadian serupa terulang. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis mengatakan pihaknya telah mengimbau seluruh pengelola SPPG agar mematuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
“Dinkes Sumut meminta seluruh pengelola SPPG mematuhi persyaratan, termasuk sertifikat laik sanitasi, pelatihan penjamah pangan, inspeksi lingkungan berkala, serta pengecekan kebersihan dan kondisi makanan,” tegas Hamid Rijal, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, MBG merupakan program nasional yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun, pelaksanaannya harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.
Dinkes Sumut juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, pihak sekolah, pemerintah daerah, serta Badan Gizi Nasional untuk memastikan program berjalan sesuai standar.
Sebelumnya, dugaan keracunan makanan MBG terjadi di SMK Swasta HKBP Sidikalang pada 9 Februari 2026. Saat itu, siswa mengonsumsi menu nasi, ayam gulai, tahu goreng, pisang, timun, dan selada.
Hingga 13 Februari, sebanyak 39 siswa masih dirawat. Kejadian serupa kembali terjadi pada 10 Februari di SMK Swasta Arina Sidikalang. Menu yang dikonsumsi berupa nasi, ikan botan goreng, tempe goreng, sayur toge, dan salak.
Total 110 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan sakit perut. Sebanyak 32 siswa dirawat di RSU Sidikalang dan tujuh siswa di RSU Serenapita.
Sampel makanan dari kedua sekolah telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Pemprov Sumut pada 11 dan 12 Februari sesuai prosedur. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar lima hari kerja setelah sampel diterima.
Saat ini, Dinkes Sumut bersama pemerintah daerah dan pihak terkait terus memantau kondisi para siswa yang dirawat agar segera pulih dan dapat kembali bersekolah. Di Kabupaten Dairi sendiri terdapat 31 SPPG yang telah menjalani pemeriksaan, mulai dari tata letak dapur, legalitas pengelolaan, hingga inspeksi kesehatan lingkungan.
Dari total 381 SPPG terdaftar di Sumut, sebanyak 275 telah memiliki Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS), sementara sisanya masih dalam proses verifikasi. (R1)



Saat ini belum ada komentar