Lewati ke konten
Tri3News
Monday, 2 November 2026
DAERAHBerita terbaru

Hujan Deras Picu Pohon Tumbang dan Jalan Amblas di Tanah Pinem Dairi

Hujan deras memicu pohon tumbang yang menewaskan satu warga serta membuat jalan nasional di Desa Balandua, Dairi, amblas dan terancam putus.

Rumah warga rusak setelah tertimpa pohon di Desa Kuta Gamber, Dairi.
Pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Jumat (30/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Karo.
BagikanFacebookWhatsAppX
banner 468x60

DAIRI (tri3news.com) – Dua bencana terjadi di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, dalam dua hari berturut-turut. Pohon tumbang menimpa rumah warga di Desa Kuta Gamber hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka. Hujan deras juga membuat badan jalan nasional penghubung Aceh Tenggara–Medan di Desa Balandua amblas dan terancam putus total.

Pohon Tumbang Timpa Rumah

Camat Tanah Pinem Jonatan Ginting melaporkan, pohon tumbang terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber. Pohon tersebut menimpa rumah milik Penggurun Sembiring (49) hingga mengalami rusak berat.

banner 336x280

Dua anggota keluarga menjadi korban. Nguen br. Sembiring (85), mertua pemilik rumah yang beberapa bulan terakhir tinggal di lokasi, meninggal dunia. Sementara Septrina br. Sembiring (8), anak pemilik rumah, mengalami luka-luka.

Korban luka sempat mendapat penanganan di Puskesmas Kutabuluh sebelum dirujuk ke RSU Adam Malik menggunakan ambulans Puskesmas Kutabuluh. Jenazah korban meninggal dunia dibawa ke kampung halamannya di Serba Jadi, Diski.

Jalan Nasional Tersisa Sekitar 50 Persen

Sehari kemudian, Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, badan jalan nasional di Desa Balandua kembali mengalami bencana. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan jalan penghubung Aceh Tenggara menuju Medan amblas.

Berdasarkan laporan camat, sekitar 50 persen badan jalan masih tersisa. Pada sisi jalan yang amblas terdapat jurang dengan kedalaman sekitar 50 meter dan kemiringan mencapai 75 derajat. Kondisi tersebut berpotensi semakin parah atau putus total jika terus dilalui kendaraan berat.

Hingga Sabtu malam pukul 21.45 WIB, lalu lintas masih terpantau lancar dengan sistem satu arah. Pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa Balandua mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka tutup, memasang garis pengaman, serta mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati.

Bupati Minta Respons Cepat

Bupati Dairi Vickner Sinaga menginstruksikan perangkat daerah dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kedua kejadian tersebut serta memberikan respons cepat. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan masih tinggi dan potensi pohon tumbang maupun bencana lain dapat terjadi sewaktu-waktu. (R1)

Jalan nasional di Desa Balandua, Dairi, amblas dan diberi garis pengaman.
Badan jalan nasional penghubung Aceh Tenggara–Medan di Desa Balandua, Dairi, amblas dan terancam putus total setelah hujan deras. Foto: Dok. Diskominfo Dairi.

banner 336x280

Redaksi: T Sinulaki