Lewati ke konten
Tri3News
Friday, 23 October 2026
DAERAHBerita terbaru

Polri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Belawan, 8 Tersangka Diamankan

Tim gabungan mengungkap penyelundupan 1,16 ton ketamin dari kapal di perairan Sumatera Utara. Delapan tersangka, termasuk seorang WNA, diamankan.

Petugas menunjukkan barang bukti ketamin dari kapal MT Global 168 di Pelabuhan Belawan.
Petugas gabungan menunjukkan barang bukti ketamin yang diamankan dari kapal MT Global 168 setelah operasi penindakan di perairan Sumatera Utara.
BagikanFacebookWhatsAppX
banner 468x60

R1

MEDAN (tri3news.com) – Aparat gabungan mengungkap penyelundupan narkotika jenis ketamin dalam jumlah besar melalui jalur laut di perairan Sumatera Utara.

banner 336x280

Perkembangan terbaru pada Jumat (23/10/2026) menyebutkan total barang bukti yang diamankan mencapai sekitar 1,16 ton ketamin. Barang tersebut ditemukan dari kapal yang kemudian diamankan dan dibawa menuju Pelabuhan Belawan, Kota Medan.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan delapan orang yang diduga terlibat, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara asing.

Kapal MT Global 168 Diamankan

Pengungkapan bermula ketika tim gabungan mengamankan kapal MT Global 168 pada Rabu (21/10/2026).

Operasi melibatkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polair Baharkam Polri, Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai, serta Pusat Polisi Militer TNI.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Kristian Parluhutan Siagian menyatakan kapal tersebut telah ditarik dan dikawal menuju Pelabuhan Belawan bersama barang bukti ketamin. Kapal berada dalam pengawasan ketat petugas untuk kepentingan penyidikan.

Barang Bukti Mencapai 1,16 Ton

Dalam keterangan awal, aparat menyebut barang bukti ketamin mencapai sekitar satu ton. Berdasarkan perkembangan terbaru yang disampaikan pada Jumat, jumlah barang bukti yang disita mencapai 1,16 ton.

Reuters melaporkan kapal tersebut berbendera Mongolia dan diduga berasal dari Malaysia sebelum dicegat di perairan Sumatera Utara. Temuan ini mengarah pada dugaan jaringan distribusi narkotika lintas negara yang memanfaatkan jalur laut sebagai rute masuk ke Indonesia.

Delapan Orang Diamankan

Aparat mengamankan delapan orang dalam rangkaian operasi tersebut. Tujuh di antaranya merupakan WNI dan satu lainnya merupakan WNA.

Pada tahap awal pengungkapan, kepolisian belum menguraikan identitas maupun peran masing-masing orang. Penyidik masih mendalami pihak yang mengendalikan pengiriman, asal barang, serta tujuan akhir ketamin.

Jalur Laut Jadi Fokus Penelusuran

Besarnya jumlah barang bukti membuat penyidik tidak hanya berfokus pada delapan orang yang telah diamankan. Aparat akan menelusuri jaringan yang berkaitan dengan kapal, pemilik muatan, penerima barang di darat, hingga kemungkinan adanya jaringan internasional.

Operasi lintas lembaga tersebut menunjukkan bahwa dugaan penyelundupan melalui perairan Sumatera Utara menjadi perhatian serius. Belawan merupakan salah satu pintu masuk laut terbesar di wilayah barat Indonesia dan memiliki posisi strategis dalam lalu lintas barang internasional.

Polisi Dalami Jaringan Internasional

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan pemberantasan narkoba akan dilakukan secara masif dan berkelanjutan karena jaringan peredaran narkotika semakin luas.

Penyidik masih mendalami sumber barang, jaringan pemilik muatan, serta kemungkinan keterkaitan dengan kelompok lain di luar Indonesia. Pengawasan jalur laut Sumatera Utara juga menjadi tantangan karena wilayah tersebut berhadapan langsung dengan Selat Malaka.

Proses penyidikan terhadap para tersangka dan penelusuran jaringan di balik pengiriman 1,16 ton ketamin masih berlanjut. (R1)

Sumber: Humas Polri, BNN, Bea Cukai, ANTARA, dan Reuters.

banner 336x280