Lewati ke konten
Thursday, 22 October 2026
DAERAHBerita terbaru

Kabut Asap Pekat Selimuti Sampit, Jarak Pandang Pengendara Terbatas

Kabut asap pekat menyelimuti Sampit, Kalimantan Tengah. Jarak pandang pengendara sangat terbatas dan kualitas udara dilaporkan berada pada level berbahaya.

Kendaraan melintas di tengah kabut asap pekat dengan jarak pandang terbatas di Kota Sampit, Kalimantan Tengah.
Kabut asap pekat membatasi jarak pandang pengendara di salah satu ruas jalan di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut terekam dalam laporan video warga pada Oktober 2026.
BagikanFacebookWhatsAppX

SAMPIT (tri3news.com) – Kabut asap pekat menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan membuat jarak pandang pengguna jalan turun tajam.

Video laporan warga yang diterima SumawaNews memperlihatkan ruas jalan tertutup asap. Perekam memperkirakan jarak pandang di lokasi hanya sekitar 10 meter. Perkiraan tersebut merupakan pengamatan visual, bukan hasil pengukuran resmi.

Data BMKG di Bandara H. Asan Sampit pada Kamis (22/10/2026) pukul 00.30 WIB mencatat kondisi berasap dengan jarak pandang sekitar 300 meter.

Laporan video SumawaNews tentang kabut asap pekat di Sampit.

Kualitas udara Sampit masuk kategori berbahaya

Pada Rabu (21/10/2026), data Indeks Standar Pencemar Udara Kementerian Lingkungan Hidup yang dikutip iNews menunjukkan ISPU Sampit mencapai 1.502 pada pukul 08.00 WIB. Parameter yang menjadi perhatian ialah PM10.

Sejumlah warga mengeluhkan batuk, mata perih, sakit kepala dan sesak napas. Warga juga menyebut kabut asap telah dirasakan selama sekitar tiga bulan sehingga sebagian aktivitas luar ruangan dikurangi.

Jarak pandang dan penerbangan terdampak

Pengamatan BMKG Kotawaringin Timur pada 8 Oktober mencatat jarak pandang turun hingga 100 meter pada pagi hari. Kondisi serupa kembali dilaporkan pada 12 Oktober.

Kementerian Perhubungan mencatat 42 penerbangan dari dan menuju Bandara H. Asan Sampit dibatalkan sepanjang 1–14 Oktober 2026 akibat kabut asap. Rute yang terdampak antara lain Sampit–Jakarta, Sampit–Surabaya dan Sampit–Semarang.

Warga diminta menjaga kesehatan

Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan lampu kendaraan sesuai kondisi, dan menghindari manuver mendadak. Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker yang mampu menyaring partikel halus, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan berat atau menetap.

Asap karhutla dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan. Kondisi di Sampit menunjukkan bahwa karhutla berdampak langsung pada keselamatan berkendara, kesehatan, transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

Sumber: Laporan lapangan SumawaNews, BMKG, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup/ISPUnet, iNews, dan Radar Sampit.

R1

Exit mobile version